Menangkan Fauzi-Eva, PDIP Sumenep Solidkan Mesin Partai

SUMENEP – Setelah pengambilan nomor urut paslon cabup-cawabup Sumenep, DPC PDI Perjuangan Sumenep melakukan turba ke ranting-ranting. Turba itu dilakukan untuk menjaga kesolidan sekaligus memantapkan langkah pasangan Fauzi-Eva yang mendapatkan nomor urut 1 dalam kontestasi pilkada serentak tahun 2020.

“Kita terjunkan para pengurus DPC untuk blusukan ke ranting-ranting. Di damping oleh PAC-PAC, para pengurus DPC bertemu dengan para pengurus ranting per-dapil,” jelas Abrari, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sumenep, Senin (28/9/2020).

Abe -panggilan akrab Abrari- juga menjelaskan, dalam agenda tuba ke ranting-ranting itu, pihaknya tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, penerapan protokol kesehatan itu sebagai komitmen kader dan pengurus DPC PDI Perjuangan Sumenep untuk menjaga agar tidak timbul kluster pilkada.

“Penerapan protokol kesehatan itu sudah sesuai dengan rapat koordinasi nasional bidang kehormatan partai. Salah satu instruksinya, semua kader dan pengurus PDI Perjuangan, di semua jenjang, harus memperhatikan protokol kesehatan,” urai Abe.

Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menegaskan, turba DPC ke ranting-ranting merupakan agenda internal partainya. Dengan turba, tambah Abe, diharapkan semua kader dan pengurus di tingkatan paling bawah, di tingkatan desa, selaras dan senafas dengan instruksi dan gerak partai.

“Ini agenda internal. Sebagai partai pelopor, PDIP secara rutin melakukan konsolidasi-konsolidasi internal. Konsolidasi ini tentunya bertujuan, selain memperkuat semangat juang kader dan pengurus, juga menunjukkan keseriusan partai kami untuk memenangkan hati masyarakat Sumenep dengan cara mendengarkan suara mereka,” urai Abe.

Pria yang pernah menjadi anggota DPRD Sumenep ini juga menekankan, bahwa pasangan Fauzi-Eva harus dikenalkan bukan sekadar sosok keduanya. Pasangan yang mengusung tagline “Bismillah Melayani” harus dipahami dan diterima oleh masyarakat Sumenep sebagai dwitunggal yang memiliki program kerakyatan yang jelas.

“Dengan Bismillah Melayani, kita berharap masyarakat memilih Pak Fauzi dan Nyai Eva bukan sekadar untuk memenangkan kontestasi pilkada ini. Akan tetapi, pilihan masyarakat itu disertai dengan kesadaran, dengan imajinasi bahwa Pak Fauzi dan Nyai Eva memiliki program yang benar-benar mereka butuhkan, yaitu sebagai pelayan masyarakat. Sebagai pelayan untuk bersama-sama, untuk bergotong-royong meningkatkan kesejahteraan,” pungkas Abe. (set)