oleh

Megawati Soekarnoputri, Women of The Year 2020

JAKARTA – Anugerah TIMES Indonesia kategori Women of The Year 2020 diberikan kepada Megawati Soekarnoputri. Perempuan kelahiran 23 Januari 1947 ini dinilai sebagai sosok yang gigih dan teguh dalam merawat persatuan dan kesatuan, khususnya dalam menjaga stabilitas politik Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan ini bekerja tanpa bersuara. Megawati konsisten mengusung nilai-nilai kegotongroyongan dalam menyelesaikan permasalahan yang mendera negeri saat pandemi. 

Kecintaannya terhadap Indonesia tidak diragukan. Simak saja pernyataan atau pesan yang dilontarkan perempuan bernama lengkap Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri. 

“Jadilah obor penerang yang menuntun rakyat,” begitu pesan Megawati kepada para pemenang Pilkada 2020 di Tanah Papua.

Terkait Pilkada di tengah pandemi, ia mengapresiasi penyelenggaraan yang berjalan tertib dan damai. 

Pilihan katanya sederhana tetapi memiliki kedalaman makna. Seperti yang diungkapkannya saat berada di Akademi Militer Magelang, 7 Februari 2020. Megawati berpesan agar para taruna-taruni menanamkan semangat bela negara di hati.

Megawati dan Generasi Muda

Kecintaan dan kepedulian Megawati pada masa depan generasi muda bangsa tak terbantahkan. Dalam suatu kesempatan, Bu Mega meminta Mendikbud Nadiem Makarim memberi kesempatan yang lebih besar kepada anak-anak muda Indonesia untuk berkarya. 

Ia yakin, banyak sekali anak pintar dan berpotensi di desa-desa. Dan mereka harus mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. 

Mega tak ragu mengkritik sebagai bukti kecintaannya pada generasi muda. Seperti saat ia menyoroti anak muda yang lebih percaya hoaks, serta enggan mencari kebenaran informasi. Sebuah kritik yang penuh makna di era banjir informasi.

Megawati kerap mengingatkan peran generasi muda dalam membangun bangsa. Caranya, dengan memiliki pemahaman yang utuh terhadap Pancasila. 

Ia juga mengajak generasi muda untuk melihat perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Mega mencontohkan peran santri mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan semangat hubbul wathon minal iman melalui revolusi jihad pada 22 Oktober 1945.

“Jangan sekali kali meninggalkan sejarah,” ucapnya sambil mengajak para pemuda terus mencari serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Politik di Tengah Pandemi

Berpolitik, bagi Mega, harus dijiwai dengan cinta tanah air. “Itu demokrasi jangan sampai merusak, berpolitik murni justru membuka peluang untuk membangun bangsa dan negara,” kata Megawati pada Refleksi 92 tahun Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2020. 

Berpolitik, kata Megawati, harus dilakukan tanpa menyebar kebencian. “Manusia diciptakan secara mulia seturut dengan citra Allah yang Maha Mulia,” ucapnya.

Megawati hadir mengingatkan ketika Indonesia sedang ‘diuji’ dengan persoalan fundamental kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menegaskan bahwa Pancasila harus selalu menjadi pijakan dan bintang penuntun.

Kepedulian di Masa Pandemi

Saat pandemi melanda negeri, Megawati mengusung spirit gotong royong menjadi arus utama. Kata Mega, justru di masa pandemi, Pancasila harus terus dibumikan dalam seluruh aspek kehidupan.

Megawati memimpin gerak gotong royong nasional partai untuk kemanusiaan. Itu dilakukannya sebagai cara tanggap darurat dan gerak cepat partai agar tepat sasaran dalam pencegahan Covid-19.

Sebagai langkah konkret, Megawati meminta para kader partai yang dipimpinnya untuk menyisihkan sebagian gaji untuk gotong royong kemanusiaan. Dia juga memikirkan langkah strategis menghadapi pandemi Covid-19. 

Ia pun mengingatkan soal kedaulatan pangan. Megawati mengajak untuk menanam tanaman pendamping beras guna menjamin kedaulatan pangan.  

Menurut Mega, dengan menanam tanaman pendamping beras, Indonesia bisa terhindar dari kekurangan pangan yang mengancam dunia akibat pandemi. 

Megawati dan Cinta Tanah Air

Megawati tak pernah lelah mengingatkan sekaligus mengungkapkan keinginannya melihat Indonesia menjadi bangsa dan negara yang maju.

“Saya sering dibully. Banyak orang tidak suka saya. Nggak apa-apa. Karena saya punya tujuan, semua bagi bangsa dan negara bahwa negara ini harus maju. Lebih maju dari pada negara-negara lain,” kata Ketua Dewan Pengarah BPIP ini.

Ia meyakini bahwa Indonesia bisa dan mampu menjadi negara maju sebab unggul dari sisi kekayaan, geografis dan keberagaman.

Megawati Soekarnoputri adalah sosok yang patut menjadi teladan mewujudkan kecintaan kepada Indonesia dalam segala situasi dan kondisi. Di tengah pandemi, sosok Megawati tetap hadir memberi semangat dan membangun optimisme bahwa Indonesia mampu melalui krisis dengan kepala tegak dan tampil sebagai bangsa besar, berdaulat, adil dan makmur. 

Gambaran kisah yang terekam di sepanjang 2020, menjadi catatan penting bagi TIMES Indonesia untuk memutuskan Megawati Soekarnoputri sebagai Women of The Year 2020. (*)

rekening gotong royong