Mega Singgung Keterwakilan Perempuan hingga Bahaya Narkoba

pdip jatim - megawati sJAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai keterwakilan perempuan di bidang politik masih sangat kurang. Dia menyebut, belum terpenuhinya keterwakilan sebagaimana amanat undang-undang, yakni 30 persen, karena masih banyak kendala.

“Menurut saya saat ini, belum 30 persen. Faktanya kita belum bisa mencapai paling tidak 15 persen. Artinya setengahnya saja belum,” kata Megawati di acara peringatan Hari Ibu, di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Senin (22/12/2014).

Menurut Megawati, kendala yang menghalangi kaum perempuan di antaranya keterikatannya pada adat istiadat, dan budaya. Kaum perempuan juga masih banyak yang tidak mau terjun ke politik.

“Hingga kini kaum perempuan Indonesia masih terbelenggu budaya feodal, kemiskinan, ketidakadilan, dan diskriminasi politik, sosial, ekonomi,” ujar Mega, yang pada kesempatan itu juga mengajak perempuan Indonesia bangkit dan bersatu guna memperbaiki nasib mereka.

Baca juga: Hari Ibu, Megawati Berikan Penghargaan Sarinah Award kepada 10 Perempuan

Mega juga minta kaum perempuan berperan secara cerdas dalam memecahkan persoalan bangsa, mulai dari bahaya narkoba hingga HIV/Aids. Sebab, jelasnya, masalah narkoba saat ini sudah berada dalam zona merah, atau zona berbahaya.

“Yang membahayakan itu narkoba bercampur HIV/Aids. Apa ini dibiarkan? Kita nanti pasti akan kehilangan satu generasi,” tegasnya.

Dia prihatin dengan maraknya peredaran narkoba di Indonesia. “Ada 4 juta orang, 1,2 juta orang tidak bisa lagi direhabilitasi, dan 40-50 orang meninggal akibat narkoba,” urainya.

Terkait bahaya narkoba, Megawati menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo yang menolak grasi 64 terpidana mati kasus narkoba. Menurutnya, negara tidak boleh kalah dengan seluruh sindikat narkoba.

Tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan narkoba, tambah Mega, penting untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa. “Perang candu gaya baru ini adalah sebuah modus dan tata cara merusak bangsa Indonesia dengan biaya murah dan menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa,” ucap Megawati. (pri/*)