Mega: Blusukan Hadirkan Pemimpin di Tengah Rakyat

pdip jatim - mega di rakernas ivSEMARANG – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri minta gaya blusukan Joko Widodo tetap dipertahankan, meski menjadi presiden. Dalam konsep ideologi, Mega menyatakan blusukan menjadi tradisi politik yang menghadirkan kekuasaan di tengah problem rakyat.

Menurut Mega, blusukan seperti menghadirkan suasana keseharian rakyat. Dengan blusukan, kata dia, pemimpin hadir dan mengorganisasi rakyat. “Saya sendiri menyaksikan seluruh pelosok negeri menyambut blusukan yang dijalankan oleh Jokowi,” kata Megawati, dalam pidato politik pembukaan Rakernas IV PDI Perjuangan, di Marina Convention Center, Semarang, Jumat (20/9/2014).

Hadirnya pemimpin di tengah rakyat, sebut Mega, merupakan cara penting bagi pelaksanaan revolusi mental yang bakal dilakukan pemerintahan Jokowi.

Megawati juga mengajak seluruh kader PDI Perjuangan tidak membiarkan Jokowi sendirian dalam mengelola pemerintahan mulai 20 Oktober 2014. Sebab, jelasnya, apa yang dikerjakan Jokowi merupakan bagian dari elaborasi ajaran Tri Sakti Bung Karno.

Megawati menyebut pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai produk pemilihan langsung yang tak punya beban masa lalu. Dengan begitu, ujar Mega, Jokowi-JK merupakan produk kehendak rakyat. “Kita satu padukan jadi gerakan perubahan menyatu dengan kehendak rayat,” ucap Mega.

Menurut dia, kepemimpinan Jokowi-JK, sebagai produk pemilihan langsung, akan membuka lebar seluruh kehendak baik bangsa dan akan menghasilkan produk kebanggaan sebagai bangsa yang bisa menjadi pemimpin di antara bangsa lain di dunia.

Pada kesempatan itu, Mega juga mengingatkan Jokowi, bahwa dia akan menjadi kepala pemerintahan dan kepala negara seluruh rakyat. PDI Perjuangan, ujarnya, juga akan mengubah haluan dari partai penyeimbang pemerintahan selama sepuluh tahun menjadi partai pemerintah.

Ketika sebuah partai berada di dalam pemerintahan, jelas Mega, hal itu sebagai ujian yang sesungguhnya. Pergeseran dari partai penyeimbang menjadi partai pemerintah, tuturnya, mengharuskan ada penataan ulang di tiga pilar partai. (pri)