Marhaen: Produk Petani Nganjuk Harus di-Branding

NGANJUK – Pemkab Nganjuk berkomitmen lebih memajukan pertanian di wilayahnya. Salah satunya, dengan cara mem-branding produk-produk pertanian, khususnya produk pertanian yang banyak dihasilkan dari kabupaten agropolitan ini.  

Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya melakukan terobosan agar produk – produk petani dihasilkan dengan cara budidaya sehat.

Produk-produk petani itu, sebutnya, kemudian dapat dinikmati masyarakat Nganjuk lainnya, yang dibeli dari Nganjuk, dan yang menikmati orang Nganjuk.

“Sehingga ekonomi di Kabupaten Nganjuk berputar,” kata Marhaen Djumadi di  acara diskusi tentang Teknologi Pertanian, di Nganjuk, Rabu (12/6/2019).

Diskusi diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, perwakilan dari Dinas Pertanian, PMD dan tokoh – tokoh pertanian serta perwakilan dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Kabupaten Nganjuk.

Marhaen juga mengatakan bahwa demi Nganjuk sehat, pihaknya ingin mem-branding beras sehat dan bawang merah sehat, dengan branding yang sehat tentunya,

“Sehat ini tidak hanya pada merk saja, namun benar – benar sehat sesuai dengan realita di lapangan. Tentunya juga dengan proses produksinya dan tidak boleh menipu pembeli,” ujar wabup yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Sementara itu, Ketua P4S Joglo Susanto menjelaskan langkah – langkah yang harus ditempuh untuk menuju beras sehat yakni branding, packaging, sistem budidayanya, kronologinya, bagaimana mengedukasi petani, dan pendampingannya. Menurutnya, hal itu perlu dirumuskan kembali untuk menuju ke Nganjuk sehat.

Saat ini, sebutnya, telah dimulai upaya penanaman Bawang merah sehat di Kecamatan Bagor,  melalui riset yang disebutnya Bamale (Bawang Merah Lele) dengan menggunakan teknologi lampu perangkap hama.

“Jadi kita tidak hanya panen bawang merah sehat, tapi juga panen lele sehat, artinya memberi nilai tambah keuntungan petani dalam hal budidaya bawang merah,” terang Susanto. (endyk)