Maafkan Pemfitnah Dirinya, Adian: Jangan Pernah Kehilangan Nalar dan Nuranimu

JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu memaafkan dan mencabut laporannya terhadap kedua tersangka penyebar hoaks dan fitnah terhadap dirinya melalui media sosial, Kamis (30/5/2019) petang.

Anggota DPR RI ini mendatangi Bareskrim Mabes Polri terkait penangkapan dua orang tersangka. Dia secara langsung memaafkan dan mencabut laporannya terhadap kedua tersangka tersebut.

“Saya melihat kedua tersangka ini memang pelaku (penyebar berita bohong), tapi sekaligus juga korban. Karena mereka meneruskan berita hoaks dari sumber lain yang saat ini masih dikejar oleh kepolisian,” kata Adian saat di Bareskrim Mabes Polri.

Dirinya merasa tak tega untuk melanjutkan kasus terhadap kedua pelaku. Sebab kedua pelaku sudah berusia lanjut, dan salah satunya single parent.

Menurutnya, kepolisian sudah melakukan penindakan yang benar sesuai prosedur. Namun sebagai manusia, terlebih lagi saat ini sudah mendekati Lebaran, maka dirinya memaafkan keduanya.

“Mereka sudah menyatakan meminta maaf dan menyesali perbuatannya, maka saya juga harus bisa memaafkan. Saya minta agar keduanya bisa kembali ke keluarga masing-masing,” ujar juru debat Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin tersebut.

Adian juga menasehati kedua pelaku agar dapat berbuat lebih baik di masa depan. Dia pun mengutip pesan dari ayahnya di hadapan kedua pelaku.

“Dalam hidup kau bisa kehilangan uang, rumah, kendaraan, kesempatan dan lain lain, tapi jangan pernah kehilangan nalar dan nuranimu,” tuturnya.

Sebelumnya, polisi pada hari Rabu, 29 Mei 2019 telah menangkap dua orang tersangka penyebaran berita bohong atas nama Jariyah dan Suryani Cahyatullah pada Rabu (29/5/2019). Keduanya menyebarkan konten berita bohong mengenai Adian Napitupulu melalui jejaring sosial Whatsapp.

Dalam pertemuan dengan Adian, baik Jariyah dan Suryani mengakui perbuatannya ke penyidik dan menyatakan menyesal serta meminta maaf kepada Adian selaku korban.

“Kasus ini merupakan pelajaran berharga untuk saya, saya menyesal dan saya minta agar polisi bisa tangkap pembuatnya supaya berita bohong ini berhenti,” ujar Jariyah.

Sementara Suryani selain menyatakan penyesalan dan permohonan maafnya juga meminta kepada masyarakat untuk tidak gampang menerima informasi dan menyebarkannya sebelum memeriksa kebenaran isinya.

“Udah kapok, masyarakat jangan seperti saya, periksa dulu bener apa nggak beritanya, jangan gampang meneruskan, apalagi kalau isinya nggak benar,” katanya. (goek)