Legislator Surabaya Minta Pemkot Perhatikan Kawasan ‘Terisolir’

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya Riswanto mengungkapkan, di kota sebesar Surabaya ternyata masih ada kawasan yang hingga kini masih ‘terisolir’.

Riswanto menyebutkan, kawasan yang tidak tersentuh pembangunan itu khususnya ditemukan di Bulak Kali Tinjang, Kecamatan Bulak.

“Saya turun ke sana, tidak ada infrastruktur seperti pemavingan, irigasi, saluran PDAM, PJU maupun saluran drainase yang bagus,” kata Riswanto, kemarin.

Padahal, sebutnya, perangkat RT/RW di kawasan tersebut sudah melaporkan ke Pemerintah Kota Surabaya. “Laporannya sudah dua tahun lalu. Jadi, sudah berlarut-larut,” ujar anggota komisi bidang pembangunan DPRD Surabaya ini.

Dia menyatakan, dari koordinasi dengan dinas terkait, kabarnya akan ada tindak lanjut. Jika tidak ada respons, dewan akan memanggil jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk mempertanyakan, kenapa kawasan tersebut tak tersentuh pembangunan.

“Dalam waktu dekat akan kami panggil untuk rapat dengar pendapat,” tambah Riswanto.

Dia mengakui di daerah tersebut saat ini ada masalah sengketa lahan dan kasus tersebut sedang ditangani aparat penegak hukum. Namun, dia berpendapat, apapun yang terjadi Pemkot Surabaya tidak boleh lepas tangan.

“Pemerintah kota harus hadir mau menyelesaikan konflik mereka, karena itu yang dikehendaki masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Pemkot Surabaya akan menindaklanjuti keluhan warga Bulak Kali Tinjang Kecamatan Bulak yang masih dianggap terisolir. Salah satu solusinya yakni dengan realisasi Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) yang saat ini masih dalam proses penyelesaian.

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, keluhan warga Bulak Kali Tinjang akan diperhatikan pemkot.

Dalam waktu dekat Pemkot Surabaya akan menindaklanjuti keluhan warga, khususnya terkait infrastruktur seperti paving jalan, irigasi, saluran PDAM, penerangan jalan umum maupun saluran drainase.

“Tentu tetap akan kita perhatian, termasuk nanti akses jalan penunjang JLLT,” terang Whisnu.

Dengan realisasi JLLT, sebut Whisnu, maka kawasan Surabaya utara itu bisa terangkat, akses di kawasan tersebut akan terbuka.

Nantinya perkembangan perekonomian di kawasan itu juga akan meningkat. “Tentu saja akan dibarengi dengan fasilitas yang memadai di kawasan tersebut,” ucapnya. (goek)