Legislator: Pendapatan Tertinggi Indonesia dari Pariwisata

JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Henky Kurniadi mengungkapkan pendapatan tertinggi Indonesia berasal dari pariwisata, bukan pertambangan.

Dia mencontohkan Bali merupakan destinasi wisata nomor satu di dunia dan bisa menjadi masa depan ekonomi di Indonesia.

“Bali menjadi pintu masuk untuk mata rantai pariwisata destinasi berikutnya, dari Bali selanjutnya ke Gili Tarawangan di Lombok, Pulau Moyo di Sumbawa dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT),” kata Henky, kemarin.

Untuk itu, legislator dari Jawa Timur ini berpendapat, Bali perlu perluasan bandara dan seharusnya juga perlu ada perencanaan kereta api atau alat transportasi masal.

Hal ini disebabkan karena jumlah penumpang yang sangat banyak sehingga cukup bagus jika dilihat dari nilai ekonomisnya.

“Untuk mengurangi kemacetan yang luar biasa, akan dibangun runway paralel. Tapi semua itu ada pada masalah perizinannya. Ada dua investor yang sudah siap tapi perlu diteliti lagi nilai ekonomisnya, jangan sampai hasilnya tidak efisien,” ungkap Henky.

Dia menambahkan, ada destinasi di Indonesia yang mahal yaitu Raja Ampat di Papua. “Seminggu di sana sama dengan berdestinasi ke Korea dan Jepang dalam kurun waktu yang sama. Tapi penduduk sekitarnya masih miskin,” ujarnya.

Terkait pariwisata, beberapa waktu lalu  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa sektor pariwisata sebagai penghasil devisa harus diberikan ruang seluas-luasnya untuk mendapatkan investasi.

Terutama untuk daerah yang sudah mulai diincar oleh wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri dan pemerintah pusat siap untuk membantu.

“Saya rasa kemarin sudah kita sampaikan mengenai 10 Bali Baru tapi yang akan kita fokus kerjakan memang baru Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT, Borobudur di Jawa Tengah-Yogyakarta, kemudian Danau Toba di Sumatra Utara,” ujar Jokowi, di acara Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2018, di Grand Sahid Jaya, Jakarta, 26 Juli lalu.

Disadari oleh Presiden, untuk destinasi wisata memang baru fokus di daerah-daerah tersebut. Diharapkan nantinya target wisatawan di tahun 2019, Kementerian Pariwisata telah diberikan target, 20 juta turis harus datang ke Indonesia yang merupakan sebuah lompatan karena sebelumnya hanya mencapai 9 juta. (sa)