Legislator Jatim, Jateng, dan Jabar Kawal Kemenangan Amin-Agus

pdip-jatim-kampanye-akbar-ponorogo-291115PONOROGO – Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Achmad Basarah mengatakan, pembangunan di Ponorogo akan lebih lancar jika pemimpinnya bisa bekerja sama dengan presiden.

Pemimpin yang pasti bisa bekerja sama dengan pemerintah pusat itu, sebut Basarah, adalah Cabup-cawabup Amin-Agus. Pasangan calon nomor urut dua itu diusung PDI Perjuangan dan PKB di Pilkada Ponorogo 2015.

Basarah mengungkapkan, saat Pilpres 2014 lalu, kader PDIP Joko Widodo (Jokowi) menang telak di Ponorogo dengan raihan suara 60% lebih, sehingga saat ini menjadi Presiden ke-7 RI. Menurutnya, banyak rencana ataupun program yang dicanangkan untuk pembangunan di Ponorogo.

“Banyak sekali program Presiden Jokowi yang disampaikan saat kampanye, akan diwujudkan. Jika pilkada ini dimenangi Amin-Agus, program tersebut dapat terwujud lebih mudah dan lancar, karena pemimpinnya juga dari PDI Perjuangan,” kata Basarah.

Pernyataan Basarah itu disampaikan saat berorasi di depan ribuan massa pendukung Amin-Agus, dalam kampanye akbar di Alun-alun Ponorogo, kemarin. Kampanye pasangan Amin-Agus ini terbilang istimewa, karena PDI Perjuangan menurunkan tiga juru kampanye nasional (jurkamnas)-nya.

Selain Achmad Basarah, jurkamnas yang juga hadir di bumi Reyog adalah Puti Guntur Soekarnoputri dan Budiman Sujatmiko, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI. Menurut Basarah, dia bersama Puti dan Budiman, ditugaskan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mengawal Pilbup Ponorogo, dan memenangkan pasangan Amin-Agus.

“Kami, bersama-sama seluruh kader partai di Ponorogo, diberi tugas memenangkan pasangan Amin Agus. Ibu ketua umum menitipkan salam untuk seluruh kader dan rakyat di Ponorogo,” jelas legislator DPR RI itu, saat mengawali orasi kampanye.

Pilkada Ponorogo, sebut Basarah, memiliki arti penting bagi PDI Perjuangan, sehingga tiga jurkamnas dari tiga wilayah Jawa diterjunkan di daerah asal seni tradisional Reyog tersebut. “Mbak Puti dari Dapil Jawa Barat. Mas Budiman dari Dapil Jawa Tengah. Dan saya sendiri dari Jawa Timur. Jadi, Ponorogo dikepung dari tiga wilayah agar menang pilkada,” ujarnya.

Dia optimistis, paslon Amin-Agus akan memenangkan Pilkada Ponorogo karena mendapat dukungan luas dari kaum nasionalis dan religius, yang ter-representasi pada dua partai pendukungnya, PDIP dan PKB. “Marhaenis atau nasionalis jika bersatu dengan NU (Nahdlatul Ulama), maka chemistry nyambung dan kuat. PDI Perjuangan dan PKB seperti itu chemistry-nya,” kata Basarah.

Sementara itu, Puti mengingatkan pesan Trisakti ajaran Bung Karno, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam berkebudayaan.

“Tunjukkan kedaulatan politikmu pada tanggal 9 Desember nanti. Jangan terbeli dengan uang harga diri kedaulatan politikmu. Pilih Amin-Agus, jangan mencla mencle,” ajak Puti, mengingatkan adanya politik uang yang bisa mengubah pendirian pemilih dalam setiap pilkada.

Sedang Budiman Sujatmiko mengajak rakyat Ponorogo memilih calon pemimpin yang peduli pada kemajuan pedesaan. Menurut Budiman, Amin-Agus adalah pemimpin yang peduli akan pembangunan desa.

“Jika ingin memakmurkan suatu wilayah, bangunlah desa. Jika desa makmur, pasti wilayah itu makmur. Amin-Agus adalah pemimpin yang peduli desa. Ketika menjadi bupati kemarin, dana desa yang digulirkan 500 juta per tahun. Jika terpilih lagi, akan ditingkatkan jadi Rp 1 miliar,” terang Budiman. (guh)