Legislator Ini Usul Mutasi-Rotasi Pejabat Pemkot Surabaya Maksimal 5 Tahun

SURABAYA – Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengusulkan mutasi dan rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dilakukan maksimal lima tahun sekali.

Awi, sapaan legislator dari PDI Perjuangan itu menyebut, mutasi-rotasi tersebut diperlukan, selain untuk penyegaran, juga mengganti pejabat yang disfungsi. Yakni pejabat yang melakukan pelanggaran.

Kalau mutasi-rotasi dilakukan terlalu lama, menurutnya, hal tidak akan bagus.

Pada saat pembahasan Raperda Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jelas Awi, kalangan dewan memang merekomendasikan mutasi lurah dan camat yang telah menduduki jabatannya lebih dari lima tahun harus dimutasi.

Dia menjelaskan perlunya mutasi bagi pejabat yang sudah lama menjabat. Di antaranya untuk mengantisipasi kejenuhan, kemudian dikhawatirkan yang bersangkutan akan kurang variasi mengenal masyarakat.

“Kota Surabaya kan luas. Banyak area yang harus dikenal aparat, karena masyarakat di tengah kota, timur dan barat kan beda karakternya,” jelas Awi, kemarin.

Untuk level kepala dinas yang masa jabatannya sudah lima tahun, tambah dia, sebaiknya dievaluasi. Namun, apabila yang bersangkutan memang kompeten dan berprestasi serta dibutuhkan institusi bisa diperpanjang.

“Berdasarkan UU Aparatur Sipil Negara, pejabat tinggi pratama atau setara eselon dua, seperti kepala dinas, kemudian kepala badan masa jabatan diatur lima tahun,” papar pria yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Saat ini, lanjut Awi, ada beberapa jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Surabaya yang kosong.

Dia minta, untuk jabatan kepala OPD yang kosong, pemerintah kota melakukan uji kelayakan dan kepatutan agar segera terisi. Hal ini dikarenakan dampak kosongnya jabatan kepala OPD, ada beberapa pejabat yang rangkap jabatan.

“Kepala Bakesbang dirangkap Asisten tiga Sekkota, kepala BPBD dan Linmas dijabat Kasatpol PP, kemudian kepala RSUD Dr. Soewandi masih dirangkap Kepala Dinas kesehatan,” kata legislator yang mantan wartawan ini. (goek)