oleh

Legislator Ini Minta Dinkes-BPOM Rutin Pelototi Expired Parsel Lebaran

SURABAYA – Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana khawatir, momen Lebaran dimanfaatkan oknum pedagang nakal dengan cara mengoplos produk kedaluwarsa (expired) dalam bingkisan parsel.

“Kalau Ramadan gini kan, semua stok di gudang itu keluar, dikemas jadi parsel. Nah kita sulit memilah barangnya bagus tidak, jangan-jangan expired (kedaluwarsa),” kata Agustin Poliana, kemarin.

Untuk itu, politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Titin ini minta Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan BPOM setempat, atau instansi berwenang lainnya, untuk lebih giat melakukan pemantauan.

Bila perlu kata Titin, mereka melakukan bergantian secara masif supaya pelaku usaha yang nakal tidak mendapat kesempatan melakukan kecurangan.

Sebab, seringkali beberapa barang disembunyikan saat ada pantauan, jika pantauan dilakukan berkelanjutan tidak ada celah untuk melakukan kecurangan.

“DPRD kalau sidak gak nemu barang yang diincar padahal dihari sebelumnya ada, bisa jadi disembunyikan. Makanya harus lebih sering lakukan pantauan,” ujarnya.

Jika ditengarai ada kecurangan tersebut, pihaknya minta instansi terkait mengambil tindakan tegas kepada pembuatnya, karena menyangkut kesehatan masyarakat.

“Jika perlu cabut izinnya. Itu kan membahayakan kesehatan masyarakat,” tambah Titin.

Sebelumnya, tiga toko parsel yang terletak di Jalan Wali Kota Mustajab Surabaya dirazia Tim Satgas Pangan Polrestabes Surabaya, pekan lalu.

Sasaran razia yang dilakukan petugas adalah pada produk makanan atau minuman yang ada di dalam bungkusan parsel.

Pasalnya, para calon pembeli parsel tidak memperhatikan tanggal batas waktu yang ada di setiap makanan atau minuman yang sudah terbungkus rapi tersebut, sehingga perlu ada pengawasan dalam kemasan parsel tersebut. (goek)

rekening gotong royong