Lebaran Spesial ala Risma

Pdip Jatim - Risma open house - JPLANGKAH kaki Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berkali-kali terhenti untuk menjawab ucapan selamat Idul Fitri atau ajakan berfoto dari sejumlah warga. Setelah melaksanakan salat Id di Taman Surya Senin (28/7), Risma memang menjadi pusat perhatian warga. Senyum di bibir Risma terus mengembang dalam perjalanan kembali ke rumah dinasnya di sebelah timur Taman Surya.

“Wawancaranya dilanjut setelah saya dari makam ya,” kata Risma kepada Jawa Pos. Dia lantas bergegas masuk ke mobil Innova hitam yang mengantarkannya berziarah ke makam orang tuanya di Pemakaman Boto Putih, Tenggilis. Sang suami, Djoko Saptoadji, serta dua anaknya, Fuad Bernardi dan Tantri Gunarni, juga ikut.

Sekitar pukul 08.00, Risma sekeluarga kembali ke rumah. Turun dari mobil, sambil berlari kecil, perempuan 52 tahun itu langsung menuju ruang tamu. Di sana sudah banyak warga, kolega, teman, dan pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya yang hadir. Didampingi suami dan dua anaknya, Risma menyalami para tamunya. Tak lupa dia menyapa sejumlah jurnalis yang menyanggongnya.

“Ayo, wartawan foto sama saya dulu. Jangan memotret orang terus,” candanya.

Kehangatan suasana Lebaran di rumah dinas Risma itu semakin lengkap dengan datangnya Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana bersama dua anaknya. Mereka lantas bergantian bersalaman dengan Risma dan keluarga. Risma juga langsung gayeng dengan dua anak Whisnu. “Kamu itu tak cari-cari lho, Nak. Sekarang baru ketemu. Mukamu itu enggak mbuang sama papa,” ujar Risma lantas tertawa.

Kepada Jawa Pos, Risma menuturkan bahwa momen Lebaran tahun ini terasa spesial baginya. Sebab, beberapa waktu lalu dia sukses mengawal pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) di Surabaya. Terlebih, itu merupakan pengalaman pertamanya. “Spesialnya, alhamdulillah,Dolly sudah ditutup,” katanya.

Meski begitu, Risma menegaskan tidak bermaksud menjadikan penutupan lokalisasi Dolly sebagai kado Lebaran. Menurut dia, penutupan Dolly itu merupakan buah dari proses yang sangat panjang. Meskipun belum sempurna, Risma berjanji terus berupaya untuk menutup Dolly dengan tidak menelantarkan mantan pekerja seks komersial (PSK). Komitmen itu, lanjut Risma, akan diwujudkan dengan memberdayakan para mantan PSK tersebut.

“Sekarang saya coba tampung seluas-luasnya untuk outsourcing di pemkot” ujarnya. Dia mencontohkan, sudah ada 50 eks PSK yang kini direkrut menjadi anggota linmas. “Akan nambah 50 lagi. Begitu pun di dinas lain seperti kesehatan, infokom, dan bapemas. Nanti juga ada sekitar 90 orang yang masuk satpol PP,” jelas Risma.

Momentum Lebaran tahun ini diharapkan Risma bisa menjadi momen untuk membangun Surabaya yang lebih baik. “Hilangkan permusuhan, kita bisa saling memaafkan. Masih adanya permusuhan akan menghambat keberhasilan dan kecerdasan,” ungkapnya. (ias/c7/pri)