Kuasai Mayoritas Saham Freeport Wujud Ketegasan Pemerintah Jaga Kekayaan Alam

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah memiliki ketegasan untuk menjaga kekayaan alam. Salah satu ketegasan itu, kata Jokowi, bisa tampak dari upaya pemerintah mengambil alih 51 persen PT Freeport Indonesia.

“Mayoritas saham Freeport kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” ujarnya dalam pidato kenegaraan di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Menurut Jokowi, pengambilalihan 51 persen saham PT Freeport Indonesia tersebut sangat penting. Sebab kata dia, manfaatnya bisa dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Seperti diketahui, langkah besar menuju kepemilikan mayoritas saham PT Freeport Indonesia terjadi pada Kamis (12/7/2018).

Jokowi juga mengatakan, perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-73 pada Jumat (17/8/2018) menjadi momentum untuk mengingat kembali semangat persatuan Indonesia yang telah dibuktikan oleh para pendiri bangsa, para perintis, dan para pejuang, dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

“Saat itu, semua anak-anak bangsa menyingkirkan perbedaan politik, suku, agama ataupun golongan, hanya untuk mewujudkan Indonesia Merdeka,” kata Jokowi.

Dia menegaskan, perbedaan bukanlah penghalang bagi para pejuang kemerdekaan untuk bersatu. Dalam persatuan itulah, mereka menemukan energi yang maha-dahsyat untuk menggerakkan seluruh tenaga, pikiran, dan juga tetesan keringat untuk Indonesia merdeka.

Dalam persatuan Indonesia itulah, lanjut Jokowi, para pejuang kemerdekaan menemukan solidaritas, kepedulian, dan juga semangat berbagi antar-sesama anak bangsa. Solidaritas, peduli, dan berbagi antar-sesama saudara, satu bangsa, satu nahasa, dan satu tanah air.

Kini, setelah 73 tahun merdeka, menurut Jokowi, kita harus melanjutkan elan semangat para pejuang kemerdekaan itu untuk bekerja nyata mengisi kemerdekaan, untuk bekerja nyata memenuhi janji-janji kemerdekaan, dan untuk bekerja nyata mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Untuk itu, dia mengajak seluruh rakyat untuk kembali pada semangat persatuan Indonesia, kembali pada semangat kepedulian, dan berbagi pada sesama anak bangsa tanpa membeda-bedakan asal usul suku, agama, ataupun golongan.

Jika bangsa Indonesia mau tetap bersatu, berbagi, dan peduli pada sesama anak bangsa, presiden meyakini, Indonesia bukan lagi hanya sekadar nama, ataupun gambar sederetan pulau di peta dunia, melainkan menjadi sebuah kekuatan yang disegani bangsa lain.

“Saya yakin dengan semangat persatuan, peduli, dan berbagi, ditambah dengan kerja bersama, kita akan mampu menghadapi seluruh tantangan masa depan, mencapai prestasi bangsa, Indonesia maju yang gemilang,” tutur Jokowi.

Sidang Tahunan MPR-RI Tahun 2018 itu selain dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla, pimpinan dan anggota MPR-RI, juga dihadiri para Ketua dan Wakil Ketua Lembaga Negara, para menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga pemerintah non kementerian, Presiden RI ketiga BJ. Habibie, Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri,  dan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno dan Boediono. (goek)