KPU Resmi Tetapkan Dhito-Dewi sebagai Cabup-cawabup Kediri

KEDIRI – KPU Kabupaten Kediri secara resmi menetapkan jago PDI Perjuangan di Pilbup Kediri, Hanindhito Himawan Pramono-Dewi Maria Ulfa (Dhito-Dewi) sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Kedua pasangan calon yang diusung 9 partai politik gabungan parlemen dan non-parlemen tersebut, akan maju mengikuti pemilihan bupati yang dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

Rapat pleno tertutup penetapan paslon dipimpin langsung oleh ketua KPU Kabupaten Kediri Ninik Sunarmi. Ninik didampingi anggota Divisi Teknis Penyelenggaraan Anwar Ansori, Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas Nanang Qosim, Divisi Hukum dan Pengawasan Agus Hariono, dan Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Eka Wisnu Wardhana.

“Pada pukul 14.00 WIB, tanggal 23 September 2020,  KPU Kabupaten Kediri telah melaksanakan pleno tertutup terkait dengan penetapan pasangan calon dan Penetapan Pemilihan dengan satu pasangan calon,” kata Ninik Sunarmi saat mengumumkan penetapan pasangan calon

Dalam pengumuman penetapan pasangan calon tersebut, disampaikan hanya terdapat satu pasangan calon, yaitu pasangan Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Maria Ulfa (Dhito-Dewi). Melalui proses tahapan sebelumnya , keduanya dinyatakan telah memenuhi syarat .

“Pasangan calon Hanindhito Himawan Pramono-Dewi Maria Ulfa dinyatakan telah memenuhi syarat dan ditetapkan sebagai pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2020,” ungkapnya.

Selesai penetapan Paslon dilakukan, KPU Kabupaten Kediri kemudian  menempelkan pengumuman tersebut di papan pengumuman kantor seketariat KPU.

KPU menyerahkan surat keputusan penetapan pasangan calon Dhito dan Dewi di Posko Pemenangan Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Rabu sore. Proses penyerahan itu dengan didampingi Komisioner Bawaslu.

Usai menerima surat putusan penetapan paslon, Cabup Kediri Hanindhito Himawan Pramono mengatakan, bakal fokus berkampanye dan turun langsung ke masyarakat.

“Melawan kotak kosong lebih sulit dibanding melawan paslon secara nyata. Sebab, bumbung kosong pergerakannya tidak bisa dimonitor secara pasti oleh timnya,” kata Dhito. (putera)