Konsolidasi untuk Wujudkan 5 Mantap PDI Perjuangan

pdip-jatim-tes-tulis-bakal-calon-ketua-DPC-01

Puluhan bakal calon Ketua DPC PDI Perjuangan di Jawa Timur mengikuti tes tulis dan psikotes di aula DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Minggu (18/1/2015).

SURABAYA – Fungsionaris DPP PDI Perjuangan Sonny Keraf mengatakan, konsolidasi organisasi kali ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan 5 Mantap PDI Perjuangan menjadi partai besar dan moderen. Pernyataan itu disampaikan Sonny Keraf saat membuka pelaksanaan tes seleksi bakal calon Ketua DPC PDI Perjuangan di aula DPD Jawa Timur, Minggu (18/1/2015).

Menurut Sonny Keraf, dulu PDI Perjuangan lebih dikenal sebagai partainya wong cilik, partai tradisional, partai yang hanya didukung kekuatan otot tanpa dukungan kualitas intelektual, dan tidak punya kemampuan berorganisasi yang bagus.

Baca: Bakal Calon Ketua DPC PDI Perjuangan se-Jatim Mulai Diseleksi

“Saat Kongres Bali, kita sudah sepakat membangun partai ini ke depan menjadi lebih besar, kuat dan moderen. Untuk itu ada 5 mantap yang harus diwujudkan terus menerus, di antaranya lewat seleksi Ketua DPC seperti saat ini,” kata Sonny Keraf.

Lima mantap itu, sebut Sonny Keraf, yakni mantap ideologi. Kata dia, ideologi adalah penting dan setiap kader PDI Perjuangan harus tahu dan menghayati idologi itu.

“Ideologi harus jadi roh, dia harus jadi darah yang mengalir dalam diri setiap kader dan di dalam organisasi partai. Karena ideologilah yang menentukan arah perjuangan kita. Yang menentukan bagaimana kekuasaan kita raih, dan kemana kita akan bekerja,” urainya.

Saat ini, lanjut Keraf, belum semua parpol di Indonesia adalah partai ideogis. “Banyak yang mengaku sebagai partai ideologis, tapi penghayatan kepada ideologi masih dangkal,” ujar dia.

Mantap kedua, kata Sonny Keraf, adalah mantap organisasi. Menurutnya, ideologi tanpa organisasi itu mengawang-awang. Oleh karena itu, ieologi harus diwadahi oleh struktur/organisasi.

“Bagaimana kita bisa mengurus bangsa, kalau mengurus partai saja tidak bisa. Kita hanya mungkin mengurus bangsa kalau kita sudah terlatih mengurus organisasi kita,” ucapnya.

Mantap selanjutnya adalah mantap kader. Organisasi besar, sebut Keraf, harus didukung kader berkualitas, yang punya kemampuan moral dan karakter baik, yang punya kemampuan organisasi baik, yang punya kemampuan leadership yang baik, tapi juga punya loyalitas baik. “Dia juga harus bisa bekerja sama dengan kader-kader yang lain untuk membesarkan partai ini,” kata Keraf.

Mantap keempat dan kelima, tambah Sonny Keraf, adalah mantap program dan mantap sumberdaya. Mantap sumberdaya, imbuhnya, memang penting, tapi itu bukan yang utama. “Jangan sampai kalau tidak ada sumberdaya lalu kita diam tidak bekerja,” ujarnya.

Tes tertulis yang diikuti bakal calon Ketua DPC materinya tentang wawasan kebangsaan dan kepartaian. Selain itu juga ada assessment test untuk mengukur kesesuaian antara kemampuan para bakal calon dengan kriteria yang dibutuhkan partai. Assessment test dilakukan bekerja sama dengan petugas dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). (pri)

foto-foto tes bakal calon Ketua DPC, klik: di sini