Konsepindo: Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Tinggalkan Prabowo-Sandi 20,7 %

JAKARTA – Lembaga survei Konsep Indonesia (Konsepindo Research and Consulting) dalam rilis hasil survei elektabilitas capres dan cawapres di Pemilu 2019 menyebutkan, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin unggul atas, pasangan Prabowo-Sandiaga.

Dalam survei Konsepindo, responden diberi pertanyaan ‘seandainya pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan hari ini, pasangan mana yang bapak/ibu pilih?’ tanpa menggunakan simulasi kertas suara (top of mind).

“Ini top mind, artinya tidak dibantu dengan alat bantu. Hasilnya, Jokowi-Ma’ruf Amin 55 persen, Prabowo-Sandi 33,2 persen, dan yang tidak jawab, tidak tahu, mengatakan rahasia, dan belum memutuskan 11,8 persen,” kata Direktur Eksekutif Konsepindo Veri Muhlis Afiruzzaman di Millennium Hotel, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

Konsepindo juga melakukan survei dengan simulasi spesimen kertas suara. Hasilnya menunjukkan ada perbedaan dengan hasil survei top of mind.

“Simulasi pencoblosan diberikan spesimen kertas suara. Jokowi-Ma’ruf dipilih oleh 54,8 persen, turun 0,2 persen dari top mind. Prabowo-Sandi 34,1 persen dan undecided voters 11,1 persen. Jadi ada gap atau selisih antara keduanya sebesar 20,7 persen,” jelas Veri.

Terkait pilihan undecided voters atau mereka yang belum menentukan pilihan, hasil survei Konsepindo menyatakan, diperkirakan tidak akan terjadi blocking vote kepada salah satu pasangan calon.

“Blocking vote (kecenderungan besar untuk memilih kepada satu pasangan tertentu) sering diungkap banyak pihak karena adanya asumsi bahwa mereka yang belum memutuskan memilih itu tadinya berasal dari pendukung salah satu capres,” jeas Veri.

Hasil survei menunjukkan masih ada 11,1 persen swing voters. Dari jumlah tersebut, ada 60,5 persen yang puas serta 8 persen yang sangat puas terhadap kinerja capres petahana Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu, ada 18,1 persen undecided voters yang menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden untuk periode kedua.

“Sementara yang tidak menginginkan kembali, ada sekitar 10,4 persen. Sisanya, sebanyak 71,5 persen, lagi-lagi menjawab tidak tahu,” ujar Veri.

Dari aspek demografis, suara undecided voters terlihat kemiripannya dengan karakter demografis pemilih Jokowi, yang umumnya unggul hampir di semua kategori demografis, seperti usia, agama, gender, pekerjaan, dan penghasilan.

Prabowo-Sandi hanya unggul pada jenis kategori pemilih yang memiliki pendidikan tinggi. Tapi kategori ini secara sampel sangat kecil, hanya sekitar 7,9 persen.

Konsepindo juga menanyakan kecenderungan elektoral suara undecided voters. Responden diberi pertanyaan ‘jika tidak tahu/rahasia/belum memutuskan, di antara 2 pasangan calon presiden RI berikut, mana yang paling pantas menjadi presiden dan wakil presiden?’.

“Hasilnya, kedua paslon sama kuat, masing-masing paslon dianggap pantas menjadi presiden. Keduanya sama-sama mendapatkan 3,4 persen suara dari kelompok undecided voters ini dan sisanya, 93,1 persen, masih kukuh menjawab belum memutuskan,” jelas Veri.

“Data survei kita menunjukkan suara undecided voters memiliki kecenderungan sama kuat untuk terbelah pada kedua pasangan dan tidak akan mengelompok kepada satu pasangan saja,” imbuhnya.

Menurut Veri, secara keseluruhan, Jokowi lebih berpeluang memenangi pilpres dibanding Prabowo dengan selisih elektabilitas 20,7 persen. Jika suara undecided voters memilih Prabowo, Jokowi tetap akan unggul.

“Jika suara yang belum memutuskan itu keseluruhannya kemudian memilih pasangan Prabowo-Sandi semuanya, pasangan Jokowi-Ma’ruf masih tetap unggul. Namun data menunjukkan ternyata suara belum memutuskan terbagi sama kuatnya, bahkan karakteristik demografisnya lebih dekat ke pemilih Jokowi-Ma’ruf,” ungkapnya.

Survei dilaksanakan 17-24 Februari 2019 kepada 1.200 responden yang dipilih menggunakan multistage random sampling. Margin of error dalam survei ini plus-minus 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (goek)