Konfercab PDIP se-Jatim Serentak 7 Juli

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur terus melakukan persiapan jelang kongres PDI Perjuangan yang akan diselenggarakan di Bali pada Agustus 2019 mendatang.

Salah satu yang sudah dilaksanakan oleh PDIP Jatim adalah dengan melakukan penyerapan aspirasi dari tingkat cabang untuk nama ketua umum yang diusulkan dalam kongres nanti.

“Saya sudah sounding dan sudah menyerap aspirasi para cabang. Untuk ketua umum dari Jawa Timur mutlak satu suara yaitu Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi, Senin (1/7/2019).

Menurut Kusnadi, sesuai AD/ART PDIP, setiap kongres akan dimulai restrukturisasi organisasi dari tingkatan yang paling bawah.

“Kita akan melakukan Konfercab (Konferensi Cabang) serentak se Jawa Timur pada tanggal 7 Juli nanti,” ucap pria yang Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut.

Setelah konfercab selesai, selanjutnya akan digelar Konferensi Daerah (Konferda) DPD PDIP Jatim dengan agenda yang sama yaitu restrukturisasi organisasi.

“Mereka nanti-nanti yang akan ditugaskan menjadi ketua, sekretaris, bendahara baik tingkat cabang maupun daerah sekaligus akan menjadi utusan di dalam Kongres di Bali nanti,” jelasnya.

Seperti diketahui, PDI Perjuangan akan menggelar Kongres V pada tanggal 8-10 Agustus 2019 di Bali dengan agenda utama membahas pemilihan ketua umum.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, konsolidasi ideologi, politik, organisasi, sumber daya, dan konsolidasi kader serta program mewarnai proses Konfercab dan Konferda.

“Utamanya disiplin kader ditingkatkan, dan prioritas peningkatan kualitas sumber daya manusianya,” kata Hasto, Senin (1/7/2019).

Hasto menjelaskan, dalam rangka Kongres V PDI Perjuangan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. “Bagaimana partai harus menjadi obor penerang dan memimpin pergerakan rakyat. Dan bertanggung jawab atas masa depan bangsa dan negara Indonesia,” tegas Hasto.

Atas dasar hal tersebut, maka di dalam penempatan kader di jabatan struktural partai, selain mengedepankan pentingnya kesadaran ideologi  Partai juga  menambahkan satu kriteria, yakni pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi terapan, dan kultur.

Menurut Hasto, membangun organisasi partai jauh lebih penting dari pada kepentingan orang-per orang. Kultur penelitian dan pengembangan organisasi harus menjadi tradisi kepartaian.

“Kami terus berdialog dengan para ahli, para pakar, agar PDI Perjuangan semakin mampu mendorong kebijakan yang dalam jangka pendek mampu menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Namun dalam jangka panjang, mampu meletakkan dasar-dasar bagi kepemimpinan Indonesia bagi dunia,” ujarnya. (goek)