“Kolaborasi Penting untuk Kembangkan Potensi Setiap Daerah”

JEMBER – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menilai penting adanya kolaborasi untuk mengembangkan potensi di setiap daerah.

Dia ingin tujuh daerah di timur Jawa yakni Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan kabupaten serta kota Probolinggo saling mendukung dan berkembang bersama-sama.

”Garda depan pembangunan provinsi dan nasional itu ada di daerah, di kabupaten/kota. Biar maju bareng, perlu kolaborasi. Satu kabupaten dengan kabupaten lain saling dukung,” ujar Anas usai menghadiri rapat koordinasi Badan Perwakilan Wilayah (Baperwil) Jatim V di Jember, Jumat (3/11/2017).

Bakal calon wakil gubernur Jawa Timur yang dicalonkan PDI Perjuangan berpasangan dengan Calon Gubernur Saifullah Yusuf ini mencontohkan pemasaran wisata bersama.

”Bisa jadi wisatawan yang ingin berwisata ke Bondowoso, menginapnya di Jember. Setelah itu, beli oleh-oleh khas Banyuwangi, demikian juga sebaliknya. Kalau perlu ada event pariwisata bersama antardaerah. Jadi tidak jalan sendiri-sendiri,” paparnya.

Di Banyuwangi, ungkap Anas, kini sedang dibangun dermaga kapal pesiar di Pantai Boom yang ditargetkan rampung tahun depan. Di lokasi yang sama juga ada dermaga kapal katamaran yang langsung menghubungkan Banyuwangi-Benoa Bali dan sebaliknya, sehingga bisa mempersingkat waktu wisatawan.

Dia menyebutkan, wisata di Situbondo keren karena ada Taman Nasional Baluran, di Jember ada Pantai Papuma, di Bondowoso ada Kawah Wurung dan berbatasan dengan kami di Gunung Ijen, Lumajang ada Puncak B-29, dan Probolinggo ada Bromo.

“Satu paket pasti dahsyat, dengan gimmick tambahan seperti Museum Tembakau Jember, sentra tape Bondowoso, dan banyak lagi. Jadi dari daerah-daerah tersebut bisa lanjut ke Bali sebagai jantung utama wisata Indonesia,” ujar Anas.

Dalam hal konektivitas juga bisa dijalin. Misalnya, rute penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi yang kini hadir tiga kali sehari. ”Mari jadikan itu pengungkit kawasan timur Pulau Jawa ini,” ujarnya.

Contoh lainnya bisa dilakukan di bidang kesehatan. Daerah yang berdekatan bisa berkoordinasi tentang fasilitas rumah sakit dengan teknologi terkini yang membutuhkan biaya besar.

Misalnya Banyuwangi membutuhkani alat biar bisa pasang ring jantung, daerah lain yang dekat untuk sementara tidak perlu beli alat serupa. Bisa beli alat lain yang canggih di mana Banyuwangi tidak punya.

“Jadi saling support. Ini efektif karena kan anggaran di tiap daerah terbatas, sehingga perlu koordinasi prioritas mana yang dibutuhkan,” urai Anas. (goek)