Koalisi Jokowi Siapkan 225 Jubir di Tim Kampanye, Ini Alasannya

JAKARTA – Koalisi pengusung Presiden Joko Widodo segera menyiapkan 225 juru bicara dari masing-masing partai pada masa kampanye Pilpres 2019. Mereka segera dilatih bersama dalam satu kegiatan bersama.

Saat ini ada sembilan partai pengusung dan pendukung Jokowi di Pilpres 2019, yakni PDIP, Golkar, PKB, Nasdem, PPP, Hanura, Perindo, PSI, dan PKPI. Dengan demikian akan ada 225 juru bicara di tim kampanye Jokowi.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan koalisi pengusung Presiden Joko Widodo sengaja merekrut juru bicara tim kampanye nasional dalam jumlah besar.

“Indonesia begitu luas, kita harus berbicara menggemakan narasi, membangun peradaban. Kepemimpinan Pak Jokowi membangun harapan dan menyelesaikan masalah rakyat. Sehingga, jumlah 200 masih terlalu sedikit untuk Indonesia yang begitu besar,” kata Hasto, saat di kantor KPU, Menteng, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Pihaknya berharap, dengan jumlah juru bicara yang banyak dan terlatih akan memudahkan koalisi Jokowi untuk menyosialisasikan keberhasilan Presiden ketujuh RI itu dalam memimpin Indonesia di periode 2014-2019.

Banyaknya jumlah juru bicara juga akan memudahkan koalisi menyampaikan keberhasilan Jokowi hingga ke pelosok daerah di seluruh Indonesia.

“Sehingga dengan adanya 25 juru bicara setiap partai maka ini dapat memperkuat bagaimana seluruh sosialisasi keberhasilan dari Bapak Jokowi-JK (Jusuf Kalla), karena Jokowi-JK 5 tahun yang lalu. Kemudian juru bicara dan para relawan masuk dalam pelatihan bersama,” ujar Hasto.

“Butuh banyak hal positif, yang kemudian perlu disampaikan secara masif ke publik yang kemudian kami akan mempertajam itu dari aspek keberhasilan program tersebut di setiap wilayah,” lanjutnya.

Dia menambahkan, tim kampanye nasional Jokowi perlu diisi orang-orang yang bertekad kuat dan dalam jumlah yang banyak. Karena itu, ia akan memastikan juru bicara di tim kampanye nasional Jokowi berisikan orang-orang yang memiliki tekad kuat untuk memenangkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Untuk kerja pemenangan yang penting punya semangat, punya tekad, punya kompetensi di dalam campaign, di dalam strategi-strategi untuk memenangkan hati rakyat. Itu kami terima dengan baik,” terang Hasto. (goek)