oleh

“Kita Aplikasikan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari”

BLITAR – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi menghadiri acara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, di Kota Blitar, Rabu (31/5/2017) malam.

Selain menyaksikan bermacam mata acara peringatan harlah Pancasila di komplek Makam Bung Karno, Kusnadi juga menjadi salah satu pembicara sarasehan budaya dengan tema “Pancasila: Falsafah Hidup dan Pemersatu Bangsa”.

Kusnadi mengaku terharu terhadap peringatan harlah Pancasila 1 Juni yang kali pertama diperingati tahun ini sejak secara resmi ditetapkan pemerintah pada 2016 lalu.

“Bisa dilihat di sini, ada yang baca solawat, gelar kesenian tradisional, kirab budaya, juga ada yang gelar acara sarasehan mengkaji kembali Pancasila dan ajaran-ajaran Bung Karno. Ini menimbulkan satu keharuan, karena rasanya hal ini tidak terjadi di masa-masa lampau,” kata Kusnadi.

Antusias masyarakat menyambut hari kelahiran ideologi bangsanya, seperti yang diperlihatkan warga Kota Blitar, sebut Kusnadi, sudah sewajarnya. Sebab, terang dia, Pancasila adalah bagian dari kehidupan bangsa Indonesia sendiri.

Menurut Pak Kus, sapaan akrab Kusnadi, Pancasila hasil galian dari jati diri bangsa Indonesia. “Jadi Bung Karno itu bukan pembuat, tapi penggali keluhuran budaya bangsa Indonesia, yang kemudian menjadi Pancasila,” paparnya.

Sarasehan budaya yang berlangsung di tempat terbuka dihadiri 300-an orang ini diselenggarakan Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) bekerja sama dengan Front Nasionalis.

Selain pembicara, semua peserta sarasehan dari bermacam elemen diberi kesempatan menyampaikan pendapat terkait Pancasila dan masalah kebangsaan.

“Soal Pancasila, peserta sarasehan sepakat Pancasila bukan sekadar dibunyikan. Tapi sebagai ideologi bangsa, mari kita aplikasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur ini.

Sementara itu, rangkaian acara Grebeg Pancasila di Kota Blitar dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai penjuru desa. Juga dari daerah-daerah lain yang berziarah (nyekar) ke makam Presiden I RI, Ir Soekarno (Bung Karno).

Grebeg Pancasila kali ini digelar usai pelaksanaan Salat Tarawih bersama di Masjid Alun-Alun Kota Blitar dan Masjid Raden Soekemi Sosrodihardjo di dekat Makam Bung Karno.

Acara grebeg juga dimarakkan Festival Gunungan yang digelar pukul 19.30 di alun-alun setempat, juga Festival Tumpeng di area Makam Bung Karno.

Oleh karena bertepatan dengan bulan Ramadan ini, di sela Grebeg Pancasila juga digelar khataman Al-Quran serta buka puasa bersama.

Kegiatan juga semakin meriah dengan adanya arak-arakan lentara dari dari berbagai instansi di Kota Blitar.

Arak-arakan lentera mengambil rute mulai Alun-Alun Kota Blitar, Jl. Semeru – Jl. Dr. Wahidin, Jl. RA. Kartini – Jl. Ir Soekarno dan finish di Jalan Kalasan dekat Makam Bung Karno. (goek)

rekening gotong royong