Kiai Kampung Jatim Dukung 01, Yenny Wahid Ajak Awasi TPS

SURABAYA – Putri Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh minta kiai kampung menjadi pasukan penjaga tempat pemungutan suara (TPS) di wilayahnya masing-masing, usai coblosan Pemilu Presiden (Pilpres) 17 April 2019.

“Saya nyuwun sanget kiai kampung bisa menjadi pasukan penjaga TPS di tempatnya masing-masing, supaya tidak terjadi kecurangan,” katanya pada acara deklarasi Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf di Hotel Shangrila, Surabaya, Minggu (7/4/2019).

Dengan menjadi pasukan penjaga TPS, Yenny ingin memastikan suasana di lokasi TPS riang gembira.

“Kita datang ke TPS dengan semangat bersilaturrahmi antara sesama masyarakat. Kita bangun suasana kebersamaan, bukan gontok-gontokan. Ini tugas kita. Kalau kubu sana ingin ajak gelut, mau apa. Tidak usah dilayani. Diajak ngguyu wae (ketawa saja),” ujar Yenny Wahid, sapaan akrabnya.

Dengan demikian, maka suasana pilpres akan dilalui dengan kebahagiaan. “Disana membangun rasa takut, disini kita bangun bahagia. Disana menebar ancaman, disini menebar senyuman. Itu bedanya. Insya Allah pahalanya berlipat ganda,” jelasnya.

Yenny juga meminta agar kiai kampung memilih presiden yang ingin membuat bangsa ini maju. Caranya, harus ditata.

Pertama, memastikan kesejahteraan rakyat terpenuhi. Bukan pertahanan keamanan dan peralatan TNI saja.

“Pemerintahan Jokowi itu bukan membeli peralatan TNI saja, tapi juga kesejahteraan prajurit dipenuhi. Yang namanya tunjangan kinerja prajurit TNI dan Polri dinaikkan sampai 70 persen. Percuma alat lengkap, banyak pesawat tapi prajurit makannya susah,” paparnya.

Yenny berpesan kepada seluruh kiai kampung di Jatim khususnya dan Indonesia pada umumnya agar bergerak untuk menegakkan marwah ulama.

“Bergeraklah tegakkan marwah kita semua, bukan hanya marwah Kiai Ma’ruf Amin. Bagaimana dengan Pak Joko Widodo? Beliau adalah cerminan dari rakyat kecil, dia asalnya dari rakyat, bukan penggede. Kalau anak tukang kayu bisa jadi presiden, anak tukang bakso yo iso, anak tukang ojek yo iso, anak kiai kampung opo maneh,” tuturnya.

Jokowi, tambah Yenny, berusaha menghadirkan keadilan sosial. Menurutnya, hal ini persis seperti yang dihadirkan Gus Dur saat menjabat Presiden RI dulu.

Gus Dur menghadirkan hak-hak dasar warga negara, apapun etnisnya apapun agamanya itu diperjuangkan oleh Gus Dur. Gus Dur juga memperjuangkan basic rights (hak-hak dasar). Kenaikan gaji PNS sampai 200 persen era Gus Dur.

“Kalau Pak Jokowi menghadirkan basic needs atau kebutuhan mendasar, yakni rakyat bisa mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang memadai. Tidak ada lagi ‘Sadikin’ (sakit sedikit miskin). Kesehatan bukan hanya milik orang kaya saja, semua sama, negara harus hadir untuk semua,” paparnya.

FK3JT sendiri mendukung Jokowi dan Ma’ruf Amin) dengan berbagai pertimbangan. Antara lain, Jokowi dalam 5 tahun telah berhasil membangun Infrastruktur hampir di seluruh Indonesia, peduli rakyat kecil, peduli kepada umat islam dan menggandeng Cawapres dari kalangan Nahdliyin yaitu Ma’ruf Amin. “Dari kiai kampung, Insya Allah akan memberikan suara kepada Jokowi-Ma’ruf. Kami akan door to door untuk mensosialisasikan Jokowi-Ma’ruf ke masyarakat,” kata Koordinator FK3JT, Fahrur Rozi. (goek)