Ketua PDIP Surabaya: Jangan Sampai Pendidikan Gratis Hilang

SURABAYA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, selama 18 tahun Partainya memimpin pemerintahan Kota Pahlawan sejak era Bambang DH kemudian dilanjutkan Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya pendidikan telah digratiskan untuk SD Negeri dan SMP Negeri.

“Di era Bu Risma, pendidikan SMA Negeri dan SMK Negeri juga telah digratiskan, sebelum diambil-alih Pemprov Jatim. Jangan sampai pendidikan gratis hilang, karena Surabaya dipegang pemimpin yang tidak paham problem kota dan masyarakatnya,” kata Adi Sutarwijono, saat meresmikan Balai RT dan MCK kampung RT 15 RW 7, Kelurahan Wonokromo, Senin (21/9/2020) sore.

Mantan wartawan yang akrab disapa Awi ini menegaskan, kecepatan PDI Perjuangan menangani aspirasi warga, karena mempunyai Wali Kota pekerja keras yakni Tri Rismaharini. Sekarang, telah disiapkan penggantinya, Eri Cahyadi Bakal Calon Wali Kota, yang sebelumnya Kepala Bappeko Kota Surabaya.

“Bu Risma dan Mas Eri dikenal cepat dalam mengeksekusi problem-problem perkampungan. Sehingga Surabaya tertata sedemikian baik dan maju, seperti saat ini,” ujar politisi yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya ini.

Dia menyebut, Eri Cahyadi dikenal sebagai birokrat berpengalaman, membantu Wali Kota Risma sudah cukup lama. Calon Wakil Walikota Armuji dikenal sebagai politisi kerakyatan, yang populis di mata rakyat Surabaya.

“Seperti Bu Risma, Mas Eri dan Cak Armuji sangat paham karakter rakyat Surabaya, sangat paham kebutuhan masyarakat Surabaya, karena berpengalaman di pemerintahan,” jelasnya.

Sementara itu Nur Khomariyah Ketua PKK setempat mengatakan, balai pertemuan itu akan dimanfaatkan untuk kegiatan Posyandu, penimbangan balita, tempat belajar daring bagi anak-anak sekolah di masa pandemi Covid-19. Selain juga untuk pertemuan warga.

“Sebelumnya, penimbangan balita di jalan, kepanasan. Sekarang, setelah balai pertemuan diperbaiki, kami bisa memanfaatkan untuk tempat penimbangan balita,” ujar Nur Khomariyah. (goek)