Ketua DPRD Surabaya Apresiasi Sentra Akik di Pasar Bratang

pdip jatim - ilustrasi tren akikSURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Armuji mengapresiasi revitalisasi Pasar Bratang menjadi sentra akik. Keberadaan para pedagang akik di pasar yang selama ini mengalami mati suri itu diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian di kawasan tersebut.

“Mumpung ini lagi booming batu akik. Karena itu, di lantai Pasar Bratang kita buka sentra batu akik dan barang antik,” kata Armuji, kemarin.

Pasar yang dikelola PD Pasar Surya itu resmi menjadi sebagai sentra akik mulai Sabtu (10/10/2015) pekan lalu. Di lantai dua pasar tersebut tersedia 94 toko, dan 74 di antaranya sudah terisi oleh pedagang batu akik, dan barang antik lainnya.

Kalau melihat geliat tren batu akik yang begitu besar, menurut Armuji, perputaran uangnya tidak diragukan lagi. Menurutnya, sangat sayang jika peluang yang menopang laju perekonomian warga ini dibiarkan berjalan begitu saja.

Setelah resmi menjadi sentra akik, Armuji minta PD Pasar Surya tidak lepas tangan. Pihaknya menyarankan PD Pasar Surya menggandeng sejumlah agen travel wisata untuk mempromosikan pasar akik sebagai salah satu alternatif jujugan wisata.

“Sentra-sentra seperti ini dapat dijadikan ciri khas Surabaya, atau pusat oleh-oleh batu akik dan permata,” ujar legislator yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu.

Dia menambahkan, sentra penjualan batu akik di Pasar Kayun dan Pasar Turi yang selama ini dipakai untuk jual beli barang berharga tersebut dinilai sudah tidak memadai. Jumlah pengunjung yang kian membeludak dari hari ke hari membuat kedua pasar yang memang kurang luas itu, terasa sesak.

Keberadaan pasar batu permata, tambah Armuji, memang sudah selayaknya mendapatkan perhatian serius Pemkot Surabaya. Mengingat animo masyarakat untuk menjadikan Surabaya sebagai barometer pusat perdagangan batu permata sangat besar.

Selama ini, lahan sentra batu akik di Surabaya masih terbatas. Pasar Bratang dinilai siap menjadi lahan baru yang berprospektif bagi para pedagang akik asal Surabaya.

Sebelumnya, lantai dua pasar tersebut sehari-hari menjual berbagai binatang peliharaan dan tanaman. Kini, area itu berhasil disulap menjadi sentra batu akik, dan barang antik.

Berbagai jenis batu akik, dari berbagai daerah dipajang menghiasi etalase kaca toko lantai dua Pasar Bratang. Ada yang sudah ditempel pada emban yang memiliki berbagai bentuk menarik. Beberapa lainnya masih berbentuk bongkahan batu.

Sementara itu, Plt Direktur Utama PD Pasar Surya, Bambang Parikesit mengatakan, pihaknya hanya menyewakan stan di Pasar Bratang hanya untuk warga Surabaya. Penyewa stan pun harus pelaku, dan bukan makelar atau calo.

Selain itu, sewa per stan juga berbeda-beda. Ada yang dengan harga Rp 2 juta pertahun, sampai Rp 3 juta per tahun.

Harga sewa setiap stan lebih murah jika dibandingkan dengan pasar lain. Setiap tahun pedagang hanya ditarik harga sewa sebesar Rp 2-3 juta. Iuran layanan pasar juga hanya puluhan hingga ratusan ribu rupiah. (goek)