Kepala Daerah dari PDI Perjuangan Wajib Kembangkan Kebun Raya

BANDUNG – PDI Perjuangan meresmikan Gerakan Merawat Bumi, yakni program penanaman hutan dengan pohon endemik langka. Pencanangan gerakan ini dilakukan di Kompleks Pusat Penelitian Teh dan Kina di Pasir Jambu, Bandung Selatan, Minggu (2/2/2020).

Dalam pidatonya, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan salam dari Megawati Soekarnoputri. Menurut Hasto, Ketua Umum PDI Perjuangan ini menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh anggota dan kader Partai yang terus membangun kesadaran untuk mencintai bumi, menjaga bumi, dan berdedikasi pada Ibu pertiwi dengan gerakan menanam pohon.

“Ibu Megawati menyampaikan permohonan maaf, bahwa mendadak beliau berhalangan hadir. Namun energi positif Ibu Mega untuk terus berjuang menjaga keseimbangan alam raya melalui gerakan menanam pohon telah hadir sebagai energi penggerak kita,” kata Hasto.

Baca juga: Rayakan Ultah Megawati, PDIP Jatim Gelar Aksi Penghijauan

Dia lalu bercerita bahwa inspirasi dari Megawati untuk Gerakan Mencintai Bumi itu bukanlah isapan jempol. Dirinya adalah saksi bagaimana Megawati selalu hadir sebagai pelopor yang begitu peduli terhadap lingkungan, dan mencintai tanam-tanamanan.

Menurutnya, Megawati selalu mengajari kader PDI Perjuangan untuk bercocok tanam sebagai latihan rasa guna menghargai kehidupan; menyukuri keindahan atas suatu keajaiban.

“Bagaimana tanaman tumbuh, berfotosintesa, dan menghasilkan oksigen yang menghidupkan dan menyegarkan seluruh indera kehidupan kita,” ujarnya.

Maka ketika salah satu pohon langka kesayangannya terluka, urai Hasto, dengan penuh rasa sayang, Megawati membuat semacam gips guna menyambung dahannya yang patah. Megawati bahkan melarang para pengurus partai membuang biji salak sembarangan.

“Sebab baik pohon langka yang dahannya patah, biji salak, punya hak hidup,” sebut Hasto.

PDI Perjuangan, lanjut Hasto, memiliki sikap bahwa berpolitik itu sejatinya berbicara tentang kehidupan dan penuh dengan rasa cinta.

Bila kita terbiasa menghormati kehidupan dengan melakukan kebiasaan menanam, menjaga lingkungan, hidup bersih, maka kita pun juga menghidupkan seluruh indera kehidupan kita.

Oleh Bung Karno, menghormati kehidupan ini tercermin melalui sebuah ungkapan Tat Twam Asi-Tat Twam Asi. Yang artinya aku adalah engkau, engkau adalah aku.

Karena itulah syarat menjadi politisi, tambah Hasto, terletak pada kehadiran bangunan sistem rasa yang dipupuk terus menerus melalui penghormatan terhadap kehidupan semua mahkluk.

“Inilah pelajaran kehidupan yang kita pelajari dari sosok Ibu Megawati Soekarnoputri. Tidak heran, Beliau memiliki kekuatan juang dan daya tahan politik sebagai buah dari rasa cintanya terhadap seluruh alam raya seisinya,” tuturnya.

“Atas dasar hal tersebut, maka gerakan mencintai bumi ini bersifat wajib. Seluruh kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan wajib mengembangkan kebun raya, apotek hidup dan mendidik rakyat untuk hidup secara sehat dan bersih,” tegasnya. (goek)