Kepala BSPN PDIP Jatim: Pelatih Saksi Pun Harus Paham Aturan Baru Pilkada

KOTA BATU – Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Hari Yulianto mengatakan, pelatihan pelatih saksi dan regu penggerak pemilih (guraklih) terus dilakukan, di antaranya untuk memberikan pemahaman terhadap aturan-aturan baru yang dikeluarkan penyelenggara pemilu.

Terlebih, dalam Pilkada serentak 2020 ini dilakukan di masa pandemi Covid-19. “Pelatihan mengikutsertakan cabang yang tidak melaksanakan pilkada, agar pelatih saksi tetap update terhadap perundang-undangan dan aturan-aturan baru yang dikeluarkan penyelenggara pemilu,” kata Hari.

Baca juga: Jelang Pilkada Serentak, BSPN Jatim Kembali Gelar TOT Saksi

“Utamanya adalah, pilkada serentak kali ini istimewa karena baru kali ini kita melaksanakan pilkada di tengah pandemi. Paling tidak ada 4 PKPU (Peraturan KPU) langsung khusus diturunkan untuk mengatur pelaksanaan pilkada pada masa pandemi,” tambah dia.

Hal itu disampaikan Hari Yulianto, saat menyampaikan laporan dalam acara pembukaan Pelatihan Pelatih Saksi/Guraklih yang digelar BSPN PDIP Jatim di Wisma Perjuangan, Desa Oro-oro Ombo, Kota Batu, Rabu (14/10/2020) malam.

Oleh karena itulah, training of trainers (TOT) saksi pemilu gelombang ke-3 ini melibatkan calon pelatih saksi dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur, tidak hanya dari daerah yang menggelar pilkada.

Selain itu, terang dia, para pelatih saksi dari daerah yang tidak melaksanakan pilkada, bakal diperbantukan ke kabupaten/kota yang tahun ini menggelar pilkada.

“Karena setelah pelatihan ini, pelatih saksi dari daerah yang tidak melaksanakan pilkada, nanti akan diperbantukan dan bergotong-royong untuk membantu daerah-daerah yang menyelenggarakan pilkada,” jelasnya.

Pihaknya mengingatkan, selama empat hari pelatihan diberlakukan tata tertib yang cukup ketat. Misalnya, jika ada peserta yang melewati materi satu sisi saja, maka sudah dipastikan tidak lulus pelatihan.

Sebab, terangnya, materi yang disiapkan merupakan satu rangkaian yang utuh, tidak boleh terpotong-potong. “Salah satu syarat kelulusan yang pertama adalah kehadiran harus 100 persen di setiap sesi, termasuk senam pagi,” paparnya.

Termasuk terkait upaya pencegahan Covid-19, Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini mengajak seluruh peserta dan panitia untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

“Tempat duduk dan yang lainnya harus tetap sesuai protokol kesehatan. Seperti yang sudah dilakukan, peserta dan panitia sebelum masuk lokasi harus rapid test lebih dulu. Dari hasil rapid test tersebut ada 7 peserta yang harus pulang karena menunjukkan hasil reaktif,” ungkap Hari.

Dia pun berpesan, agar seluruh peserta untuk kembali melihat Partai. Apapun yang menjadi perintah Partai, tuturnya, sebagai kader PDI Perjuangan, mutlak harus melaksanakan.

“Apapun perintah Partai harus kita laksanakan untuk menuju kemenangan di Pilkada 2020 dan pemilu-pemilu berikutnya,” pungkasnya.

Pelatihan pelatih saksi/guraklih kali ini dibuka secara resmi oleh Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Yordan M Bataragoa mewakil Ketua DPD Jatim Kusnadi. (rul)