Kawal Anna–Wawan, PDIP Bojonegoro Dorong Realisasikan Janji Kampanye

BOJONEGORO – PDI Perjuangan Bojonegoro akan tetap mengawal jalannya pemerintahan Kabupaten Bojonegoro hingga akhir jabatan Bupati Anna Muawanah dan Wakil Bupati Budi Irawanto pada 2023 mendatang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro Abidin Fikri mengatakan, dalam Pilbup Bojonegoro 2018 lalu, Bupati Anna Muawanah dan Wakil Bupati Budi Irawanto berasal dari PKB dan PDIP

“Sehingga kami selaku pengurus PDI Perjuangan Bojonegoro tetap mengawal pemerintahan sampai tahun 2023 mendatang,” kata Abidin , usai sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di kantor DPC PDIP Bojonegoro, yang diikuti seluruh kader pengurus DPC dan PAC PDIP se-Kabupaten Bojonegoro, Sabtu kemarin.

Dalam kampanye pencalonan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro lalu, pasangan yang calon diusung PDIP dan PKB tersebut mempunyai janji politik kepada rakyat Bojonegoro.

“Janji politik tersebut ada dalam 17 program kerja yang harus dilaksanakan Ana dan Wawan sampai masa jabatan sebagai bupati dan wakil bupati berakhir,” jelasnya.

Anggota DPR RI ini menyebutkan, apabila ada janji politik atau 17 program kerja Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro ada yang belum terwujud, pihaknya akan mengingatkan melalui Fraksi PDIP di DPRD Bojonegoro.

Sementara itu, di depan  ratusan kader PDIP se-Kabupaten Bojonegoro, Abidin Fikri menegaskan, kader PDIP harus mampu menjadi penerang dan pelopor di tengah kehidupan kaum marhaen.

Kerena sejatinya, jelas dia, partai politik merupakan alat memperjuangkan nasib kaum marhaen atau wong cilik untuk meraih keadilan sosial seperti dimaksud oleh Pancasila.

“Kita semua sebagai kader Partai harus menjadi alat penerang kehidupan kaum marhaen,” kata politisi yang juga pimpinan Fraksi PDI Perjuangan MPR RI ini.

Dia menjelaskan bahwa sebagai alat perjuangan, partai politik harus hadir membangun kesadaran rakyat.

“PDI Perjuangan sebagai partai pelopor memiliki idealisme untuk membentuk kader-kader yang berjiwa pelopor, dan memiliki pemahaman, kemampuan menjabarkan dan melaksanakan ajaran Bung Karno dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” paparnya.

Menurut Abidin, kini tugas dan tanggung jawab yang amat penting ialah bagaimana melaksanakan Pancasila seperti yang dipidatokan Bung Karno pada 1 Juni 1945, untuk dapat diaplikasikan ke dalam seluruh bidang kehidupan. (goek)