Kantor Desa di Genteng Banyuwangi Ini Siap Hadapi Era New Normal

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memamerkan salah satu kantor desa di wilayahnya, yakni Kantor Desa Genteng Wetan di Kecamatan Genteng, kemarin.

Melalui video vlog yang beredar, Anas menyebut kantor ini sebagai konsep kantor yang disiapkan untuk pelayanan era “new normal” pasca Covid-19.

“Di kantor desa ini sudah dilengkapi infrastruktur teknologi yang canggih. Semua pegawainya dilengkapi alat pelindung diri seperti ini,” ujar Anas.

Dalam video tersebut nampak desain kantor yang berbeda dari umumnya. Pegawainya mengenakan masker, face shield dan sarung tangan dengan tetap menerapkan physical distancing.

Bupati dua periode ini menyebut, konsep kantor desa ini seperti kafe. Fasilitas dalam kantor itu ada perpustakaan yang menarik, arena bermain anak-anak.

Kantor desa ini juga dilengkapi monitor komplain warga. Produk-produk UMKM juga dipajang dan dijual di kantor tersebut.

Konsep ini merupakan inovasi desa yang pembangunannya menggunakan dana desa (DD) dan ADD. Dalam video tersebut juga diperlihatkan beberapa ruang pelayanan, ruang kerja kepala desa yang beda dari yang lain.

Anas yang juga Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ini sebelumnya mengatakan, semua daerah harus membuat konsep menyambut new normal yang akan terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri.

New normal ini merupakan situasi baru di mana masyarakat dalam batas usia di bawah 45 tahun dibolehkan beraktivitas seperti biasa.

Geliat ekonomi berjalan kembali dan ‘berdamai’ dengan Covid-19 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Seperti memakai masker saat keluar rumah, menerapkah physical distancing, dan rajin mencuci tangan.

Anas mengatakan kondisi new normal membawa tatanan kehidupan baru untuk menghindari dampak buruk pandemi Covid-19 yang berlarut-larut.

“Kita merasakan bagaimana wabah Corona ini telah memukul sendi-sendi kehidupan masyarakat, mulai dari aspek kesehatan sampai sosial-ekonomi,” kata Anas.

“Sekarang waktunya kita bersiap menyambut new normal secara bertahap karena bagaimana pun daerah-daerah harus bangkit berbenah kembali membangun ekonomi masyarakatnya,” lanjut dia

Anas menjelaskan, prinsip tata kehidupan baru atau new normal mengacu pada tiga hal. Berikut rinciannya:

Pertama, tetap memprioritaskan penanganan Covid-19

Prioritas penanganan wabah corona dapat dilakukan dengan terus memperbaiki mekanisme, mulai ketersediaan tempat tidur isolasi, alat-alat kesehatan, pendeteksian (tracing), hingga mendukung langkah pemerintah pusat memperluas pengetesan berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR).

Kedua, disiplin protokol kesehatan

Di mana pun berada, ingatkan terus kepada masyarakat agar disiplin menjalani protokol kesehatan, seperti mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak aman, memakai masker, dan sebagainya.

Hal ini bisa ditindaklanjuti di daerah, misalnya, dengan peraturan semua pengunjung pasar tradisional dan modern harus memakai masker, yang tak pakai masker dilarang masuk.

Ketiga, bertahap memulihkan ekonomi

Secara bertahap kembali meningkatkan produktivitas ekonomi lokal. “Sesuai analisis para ahli, pandemi akan benar-benar berakhir ketika vaksin ditemukan,” kata Anas.

“Prediksinya, vaksin ditemukan paling cepat pertengahan 2021. Secara bertahap kita harus gerakkan lagi ekonomi lokal dengan prinsip produktif dan aman dari Covid-19 sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri,” tambah dia.

Dengan tiga acuan tadi, Anas optimistis kehidupan masyarakat berangsur membaik. Mengenai kajian epidemiologi, menurut dia, tetap perlu menjadi rujukan agar tidak menimbulkan gelombang kedua wabah yang lebih mengkhawatirkan.

Mengenai new normal untuk sektor pariwisata, Abdullah Azwar Anas mengatakan mulai disiapkan konsep bersih (cleanliness), sehat (health), dan aman (safety). (goek)