Kalau Nyalon Lewat PDIP, Anak Presiden pun Harus Ikut Penjaringan

JAKARTA – DPP PDI Perjuangan membuka tangan lebar-lebar jika memang anak atau menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin menjadi calon kepala daerah.

Namun, mereka harus tetap mengikuti mekanisme partai, salah satunya adalah kewajiban mengikuti sekolah partai.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya terbuka bagi putra-putri terbaik bangsa untuk menjadi kepala daerah pada Pilkada 2020.

Termasuk jika anak-anak presiden berniat menjadi calon kepala daerah di Solo. “Siapa pun yang mau jadi calon kepala daerah wajib mengikuti tahap penjaringan,” kata Hasto, kemarin.

Yang jelas, kata Hasto, PDIP membuka mekanisme bagi anak bangsa yang ingin berdedikasi dan ingin menggunakan kekuasaan sebagai alat untuk menyejahterakan rakyat.

Namun, siapa pun yang ingin bergabung dengan PDIP harus mengikuti sekolah partai dan menjalani psikotes. Para calon kepala daerah dari PDIP juga akan dilatih menjadi kepala-kepala daerah yang baik.

Politisi kelahiran Yogyakarta ini menyebutkan, partainya belum memulai tahap penjaringan. Tapi, pihaknya terus mencermati hadirnya tokoh-tokoh yang mempunyai peluang untuk memenangkan hati rakyat.

“Kami akan terus mencermati siapa yang disuarakan rakyat untuk menjadi pemimpinnya,” urainya.

Dia menambahkan, dalam menghadapi Pilkada 2020, partainya siap bekerja sama dengan partai lain. Tentu, partainya mengedepankan Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Meski di beberapa daerah, karena latar belakang sejarah dan politik, terbuka juga kemungkinan bekerja sama dengan partai di luar KIK.

Sebelumnya, survei calon Wali Kota Surakarta periode 2020-2025, nama dua putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep langsung mencapai tingkat popularitas. Khususnya popularitas Gibran malahan mengungguli Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo.

Hasil survei yang diselenggarakan Laboratorium Kebijakan Publik Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyebut nama Gibran paling populer. Kemudian, disusul Achmad Purnomo, Kaesang Pangarep, dan Ketua DPRD Kota Surakarta Teguh Prakosa.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira meminta munculnya dua anak Jokowi dalam bursa calon wali kota Solo tidak dikait-kaitkan dengan posisi Jokowi sebagai presiden.

Menurut anggota DPR itu, munculnya nama Kaesang dan Gibran di bursa calon wali kota Solo bukanlah keinginan Jokowi. “Jokowi tidak memaksa anak-anaknya untuk mencalonkan diri,” ungkapnya.

Menurut dia, Kaesang dan Gibran merupakan anak berpendidikan, berwawasan luas, dan sederhana. Sepengetahuannya, Gibran maupun Kaesang tidak pernah mengeruk keuntungan ekonomi atau politik dari posisi Jokowi. (goek)