Kader PDIP yang Tak Solid Menangkan Eri-Armuji, Megawati Bakal Sanksi Tegas

SURABAYA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri minta kader Partainya benar-benar solid untuk memenangkan pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Eri Cahyadi-Armuji dalam Pilwali Surabaya 2020. Megawati juga akan memberi sanksi tegas bagi siapapun kader yang tidak solid.

“Kalau tidak ada soliditas saya turunkan. Itu hak prerogatif saya. Siapa yang tidak mau menurut pada ketua umumnya, pada simbol partai ya lihat saja. Mari menangkan bersama-sama. Seluruhnya saya turunkan untuk memenangkan Kota Surabaya kembali,” kata Megawati.

Penegasan itu dia sampaikan saat memberi arahan secara virtual dalam pengumuman calon kepala daerah (Cakada) menuju Pilkada Serentak 2020 Gelombang V, Rabu (2/9/2020).

Baca juga: Pilwali Surabaya, PDI Perjuangan Jagokan Eri Cahyadi-Armuji

Megawati juga mengungkapkan akan menurunkan seluruh kekuatan partai termasuk anggota DPR dan DPRD yang berasal dari dapil yang menyelenggarakan pilkada pada Desember mendatang.

“Nanti seluruh kekuatan kita akan saya turunkan, struktur partai, anggota DPR, DPRD yang dari dapil situ semua harus turun untuk memberi tahu pada rakyat seperti apa calon PDI perjuangan,” ujarnya

“Mulailah berkonsolidasi, bergerak memenangkan siapa yang saya berikan rekom. Nanti kan kalau tandingnya menang kan kita enak ya. Nanti saya bisa ngawasi 5 tahun kedepan. Insya Allah persiapan kita untuk 2024 harus segera kita mulai,” kata Megawati.

Pada kesempatan itu, Megawati juga menyebutkan, untuk mendapatkan rekom dari PDI Perjuangan tidak gampang. Hal ini dia sampaikan menanggapi beredarnya rekomendasi palsu untuk Pilkada Kota Surabaya

“Itu tandanya, mau dapat rekom saya itu susah. Ada itu yang mau bayar, gak bisa. Sampai dipalsu-palsu itu,” terang Megawati.

“Karena saking pinginnya datang dari PDI Perjuangan banyak loh yang datang pada saya. Alhamdulillah saya teguh. Mekanismenya ada,” ungkap dia.

Presiden ke-5 RI ini juga mengungkapkan, surat rekomendasi itu juga untuk menjaga kadernya.

“Rekom itu yang asli ada barkotnya, dan tidak ada yang tahu. Jadi sulit sekali dipalsukan. Jadi ada palsu-palsunya saya tahu. Itu untuk apa? Untuk melindungi kalian,” terangnya. (rul)