oleh

Kader PDIP Surabaya Desinfeksi Kampung Sekitar Pabrik HM Sampoerna

SURABAYA – Kader-kader PDI Perjuangan Kota Surabaya melakukan penyemprotan disinfektan di kampung-kampung di Kedungbaruk, wilayah Rungkut, terutama di kawasan sekitar pabrik PT HM Sampoerna.

Disinfeksi ini dilakukan menyusul temuan pekerja pabrik rokok tersebut terkonfirmasi positif terjangkit virus Corona (Covid-19) beberapa waktu lalu.

“Penyemprotan dilakukan di kampung, rumah-rumah penduduk. Warga sangat antusias. Mereka bersama kader-kader PDI Perjuangan, mencegah penyebaran Covid-19,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono, Sabtu (9/5/2020).

Menurutnya, penyemprotan sudah dilakukan sejak beberapa hari ini, dari satu kampung berganti ke kampung lain.

“Kita juga memberikan bantuan gentong portabel beserta tempat sabun untuk cuci tangan yang dipasang di tempat umum. Kami salurkan bantuan dari kantor PDI Perjuangan Jawa Timur,” ujar politisi juga Ketua DPRD Kota Surabaya ini.

Penyemprotan disinfektan dipimpin Ketua PAC PDIP Kecamatan Rungkut Andhy Puryanto. Kerja sosial itu dibantu warga kampung, RT, RW, tokoh masyarakat bahkan kader ormas keagamaan.

“Penyemprotan ini dilakukan di RW 3 yang terdampak kasus Covid-19 pabrik rokok Sampoerna, RW 4 Kelurahan Kedungbaruk dan sekitarnya,” jelas Andhy.

Dia menjelaskan, kader-kader PDIP dari Ranting Kelurahan Kedungbaruk berjalan kaki keluar masuk kampung. Mereka menjangkau rumah-rumah penduduk, tempat ibadah di kampung, dan balai pertemuan.

“Kami juga menjangkau rumah-rumah penduduk di Kelurahan Penjaringansari di perkampungan RW 1 dan RW 2. Selesai dari situ kami bergerak ke perkampungan Rungkut Kidul dan Kali Rungkut,” ujar Puryanto.

Sementara itu dikabarkan, jumlah pegawai pabrik rokok Sampoerna yang positif terjangkit Covid-19 bertambah 12 orang. Dengan tambahan tersebut, total pegawai yang positif corona hingga saat ini menjadi 77 orang.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur Kohar Hari Santoso mengatakan, 12 pasien baru tersebut berasal dari 163 pegawai yang melakukan swab secara mandiri di rumah sakit swasta di Surabaya.

“Dari 163 pegawai yang melakukan swab mandiri, yang dilaporkan positif Covid-19 ke kami sementara ini masih 12. Kami akan terus update hasil swabnya,” kata Hari di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (8/5/2020) malam.

Menurut dia, sesuai laporan dari pihak manajemen Sampoerna, 12 pegawai yang berstatus positif Covid-19 tersebut kini sedang menjalani isolasi di suatu tempat dengan pantauan tim medis.

Klaster pabrik rokok Sampoerna Surabaya terdeteksi setelah ada 2 pegawainya yang meninggal dunia dan dinyatakan positif Covid-19.

Setelah itu, dilakukan rapid test terhadap 500 pegawai. Hasilnya, diperoleh 100 pegawai yang reaktif. Kemudian, 7 di antaranya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) karena memiliki gejala klinis dan dirawat di rumah sakit rujukan.

Sebanyak 100 orang pegawai langsung diisolasi dan menjalani tas swab dalam 2 gelombang. Pada gelombang pertama ada 34 pegawai yang positif Covid-19.

Kemudian, pada gelombang kedua ada 29 pegawai yang positif Covid-19. Sejak ditemukan klaster tersebut, pabrik berhenti beroperasi sejak 26 April 2020 lalu. (goek)

rekening gotong royong