Kader PDI Perjuangan Disiapkan Duduki Kementerian Strategis

pdip jatim - jokowi - tim transisiJAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai wajar apabila kader partai pengusung Joko Widodo – Jusuf Kalla menempati posisi di kementerian strategis dalam kabinet pemerintahan mendatang.

Menurut Hasto, langkah itu sebagai wujud implementasi cita-cita partai. Keinginan PDI Perjuangan itu, jelasnya, adalah sama seperti seluruh partai yang ada di Indonesia, yakni bisa meraih kekuasaan melalui proses pemilihan yang diakui negara.

“Wajar dalam demokrasi di manapun, parpol bercita-cita mendapatkan kekuasaan, dan ketika kekuasan didapatkan maka wajar parpol menempatkan kader terbaiknya ke posisi-posisi (kementerian) strategis,” kata Hasto kepada wartawan di Rumah Transisi, Jakarta, Senin (8/9/2014)

Oleh karena itu, ungkap Hasto, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah menyiapkan kader-kader terbaik yang bisa diposisikan di kementerian strategis. “Ibu Mega tentu mempersiapkan kader terbaik. Karena itu fungsi partai yang dijamin undang-undang,” tegasnya.

Meski demikian, profesionalitas dan rekam jejak kandidat menteri tetap menjadi poin utama dalam menentukan figur yang akan mengisi kabinet Jokowi-JK. Dia juga mengatakan, pembicaraan mengenai menteri juga bukan terkait jatah-menjatah dalam kursi kabinet, melainkan harus mengacu kepentingan bangsa dan negara.

Dia menambahkan, Indonesia ke depannya akan menghadapi masalah yang tidak ringan, sehingga Jokowi – JK membutuhkan menteri-menteri yang profesional yang berasal dari dalam maupun dari luar partai, serta orang-orang yang profesional di bidangnya masing-masing. Ia juga menyebutkan partainya banyak belajar dari Megawati saat menjabat presiden di tahun 2001 – 2004 dulu.

Pada era pemerintahan Megawati, jelas Hasto, menteri kalangan profesional dari luar partai lebih banyak ketimbang profesional yang berasal dalam partai. Namun, tambah dia, bukan berarti dari dalam partai tidak profesional. “Keduanya dibutuhkan, tetapi yang penting memiliki visi-misi yang sama,” urainya.

Deputi Tim Transisi Jokowi – JK itu juga menyebutkan bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mulai membicarkan siapa yang cocok diusung sebagai menteri. Sebab masih banyak hal tentang rakyat yang butuh banyak perhatian.

Sampai saat ini Tim Transisi Jokowi-JK masih terus merumuskan hal-hal terkait postur dan program kabinet mendatang untuk selanjutnya melaporkannya kepada presiden-wakil presiden terplih Jokowi-JK. (pri/*)