Kader PDI Perjuangan Diinstruksikan Kurangi Penggunaan Plastik

SURABAYA – DPP PDI Perjuangan menginstruksikan kepada kadernya agar lebih peduli lingkungan dengan meminimalisir penggunaan plastik dalam kehidupan sehari hari.

Hal itu untuk mengurangi limbah sampah plastik domestik seperti botol plastik, kantong plastik, styrofoam dan sedotan, yang sangat mengganggu ekosistem lingkungan dan kesehatan tubuh.

Instruksi itu tertuang dalam surat edaran tertanggal 15 November 2019 No 905/IN/DPP/XI/2019 yang di tandatangani Ketua DPP PDI Perjuangan I Made Urip dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

Instruksi ditujukan kepada DPD PDIP, DPC PDIP, anggota Fraksi PDIP DPRD Propinsi/Kabupaten-Kota dan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dari PDI Perjuangan seluruh Indonesia agar mengurangi pemakaian plastik.

Di dalam surat DPP itu disebutkan, sampah plastik menjadi salah satu penyebab terbesar kerusakan lingkungan dan Indonesia salah satu negara penyumbang ke dua terbesar di dunia.

Selain meminimalisir pemakaian plastik, kader PDI Perjuangan juga didorong ikut melestarikan lingkungan dengan menanam dan merawat pohon di lingkungan sekitarnya, rehabilitasi lahan, membuat daerah resapan air, melakukan rotasi tanaman dan membuat taman kota yang dapat membersihkan udara yang mampu menciptakan suasana nyaman dan asri.

Terkait pengurangan pemakaian plastik ini, PDI Perjuangan Jawa Timur sudah memulainya. Seperti saat pelaksanaa penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha di kantor DPD PDIP Jatim pada Selasa (13/8/2019) lalu.

Saat itu, PDIP Jatim mulai melaksanakan penyembelihan hewan kurban dan membagikan dagingnya dengan konsep Go Green. Yakni tanpa penggunaan tas kresek plastik.

Menurut Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari, hal ini dilakukan agar bumi kita tetap sehat.

“Berkurban dengan konsep Go Green ini, tidak hanya empati kepada sesama, tetapi juga empati terhadap lingkungan. Juga sebuah perwujudan dari rahmatan lil alamin,” jelas Untari saat itu.

Sedang di Kota Pahlawan, Wali Kota Tri Rismaharini juga sudah membuat surat edaran tentang larangan menggunakan kantong plastik sekali pakai agar bisa mewujudkan Surabaya zero waste atau bebas sampah.

Risma ingin sampah plastik bisa terus ditekan dan berharap ke depan Surabaya bisa meniru Ibu Kota Kenya, Nairobi. Masyarakat di Nairobi, sebutnya, sama sekali sudah tidak boleh menggunakan kantong plastik sekali pakai sebagai wadah makanan atau bungkus bahan belanjaan.

Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan ini, masyarakat harus mulai diet sampah plastik. “Dengan edaran itu, kami berharap mulai menyiapkan agar tidak menggunakan plastik lagi,” kata Risma, saat di Surabaya Great Expo di Grand City, Kamis (15/8/2019). (goek)