Kader Madiun Sambut Baik Mekanisme Musyawarah Mufakat

pdip jatim - rakercab kota mediunMADIUN – Mekanisme musyawarah mufakat yang diterapkan PDI Perjuangan dalam pemilihan ketua partai di tingkatan Pengurus Ranting hingga DPD (provinsi) disambut baik kader di bawah. Hal ini seperti disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun, Kokok Raya saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Cabang (rakercab) yang digelar di Wisma PKPRI, Jalan Dr. Sutomo 27, Kota Madiun, Minggu (30/11/2014).

Menurut Kokok, pola musyawarah mufakat sebagaimana tertuang dalam SK DPP No 066 dan 067 itu lebih transparan dan memberikan ruang pada kader seluas-luasnya untuk menjadi pemimpin partai di semua level. Dengan musyawarah, lanjut Kokok, konflik yang kerap terjadi dalam pemilihan pimpinan partai dapat diminimalisir.

“Biasanya kan kalau mau pemilihan ketua partai selalu saja terjadi perseteruan yang tidak sehat. Ada pengurus yang dikarantina calon tertentu. Usai pemilihan terjadi perpecahan. Sampai permainan money politic. Kalau dengan musyawarah, saya yakin hal-hal itu dapat dihindari,” papar Kokok.

Dengan musyawarah pula, dia optimistis perbedaan pandangan dan pilihan dapat dicari titik temunya. “Saya yakin betul dengan sistem musyawarah akan membuat PDI Perjuangan ke depan semakin solid,” ujar dia.

Kokok juga berharap dengan soliditas kader yang makin kuat, kejayaan PDI Perjuangan di Kota Madiun dapat dikembalikan seperti pemilu 1999. “Pemilu 2014 ini kita sudah membuktikan bahwa dengan kesolidan partai kita bisa mendongkrak perolehan kursi dari 3 menjadi 6 kursi. Kalau terus bisa kita jaga kesolidan ini maka tidak mungkin pemilu mendatang kita akan menambah kursi,” harapnya.

Rakercab untuk mensosialisasikan SK DPP Nomor 066 dan 067 tentang mekanisme musancab, konfercab, konferda dan penjaringan bakal calon ketua PAC, DPC, DPD ini dihadiri oleh 90 kader yaitu Ketua, Sekretaris, Bendahara dari 27 Pengurus Ranting dan 3 PAC . Selain itu hadir pula Wakil Sekretaris Internal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur SW Nugroho yang juga anggota DPRD Provinsi dari dapil jatim VIII (Madiun, Nganjuk, Jombang, Mojokerto).

Nugroho menegaskan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati, tidak akan menolerir kader yang membuat rusuh dalam proses pemilihan. “Musuh kita bukan kawan sendiri. Karena kita sebagai partai memiliki satu tujuan yaitu mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui perwakilan partai di eksekutif maupun legislatif. Jadi, kader harus guyub rukun, semua bisa dimusyawarahkan,” tegasnya. (sa)