Kader Baguna Siap Bantu Atasi Bencana Asap

pdip jatim - baguna di bromo

Personel Baguna PDI Perjuangan Jawa Timur saat baksos di lokasi bencana erupsi Gunung Bromo, Februari 2011 lalu.

JAKARTA – Kader Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan telah selesai mengikuti ajang penggemblengan selama lima hari sejak 16 September di Bumi Perkemahan Sukamantri, Gunung Salak, Bogor.

Berbekal materi pelatihan di medan terjal dan tantangan berat hutan di pegunungan, 100 anggota Baguna yang telah dilatih Badan SAR Nasional (Basarnas) itu siap diturunkan ke daerah yang terkena bencana asap.

“Sekarang ini bangsa kita sedang banyak bencana, termasuk asap yang sudah sangat mengkhawatirkan. Ini nanti sudah bisa langsung diturunkan,” kata Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga dalam siaran persnya, Minggu (20/9/2015).

Sebagaimana sudah diinstruksikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, jelas Eriko, kader PDI Perjuangan harus hadir bersama-sama dengan rakyat ketika terjadi bencana. Untuk itu, melalui Baguna, lanjut dia, PDI Perjuangan berkomitmen mendedikasikan diri kepada bangsa.

Apalagi, tambahnya, dari segi geografis, potensi terjadinya bencana di berbagai daerah di Indonesia sangat tinggi. “Kita tentu tidak bisa hanya mengandalkan personel Basarnas yang dari segi jumlah jika dibandingkan dengan cakupan potensi bencana di negara ini sangat banyak. Makanya, kader PDI Perjuangan di Baguna dilatih untuk bisa membantu Basarnas,” ujarnya.

Selain mereka akan berperan langsung dalam penanganan bencana, pelatihan ini juga sekaligus sebagai upaya membangun kesadaran di tengah masyarakat agar lebih sigap dan siap ketika terjadi bencana.

Eriko mencontohkan bagaimana Jepang yang juga punya potensi tinggi terjadi bencana tetapi masyarakatnya sudah punya kesadaran bagaimana ketika menghadapinya. “Inilah yang selalu ditekankan Ibu Megawati, bahwa kita harus selalu siap dan sigap karena banyak daerah di Indonesia memang rawan dan punya potensi tinggi terjadi bencana,” jelasnya.

PDI Perjuangan menargetkan setidaknya ada 800 personel Baguna yang mengikuti pelatihan oleh Basarnas. Dengan jumlah setara satu batalion, Eriko meyakini akan sangat membantu pemerintah dalam bergotong royong dengan masyarakat menghadapi dan menangani bencana. (goek/*)