KAA ITS Siap Kawal Program Kelautan Jokowi

pdip-jatim-kaa-its-surabayaSURABAYA – Hasil akhir Pemilihan Presiden 2014 yang dimenangkan pasangan nomor urut 2 Joko Widodo – Jusuf Kalla resmi ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Selasa (22/7/2014) malam kemarin, disambut suka cita pendukungnya. Tak ingin larut dalam euforia kemenangan, relawan Jokowi yang tergabung dalam Komite Arek Alumni ITS (KAA ITS) memilih untuk menggelar tasyakuran dan diskusi di posko mereka Jalan Sidosermo Airdas Kav 23 Surabaya Rabu (8/7/2014) malam.

Koordinator KAA ITS Ermawan Wibisono menjelaskan model perayaan kemenangan sederhana dengan tasyakuran ini dipilih selain untuk menghormati bulan Ramadan juga untuk menciptakan situasi kondusif pasca pilpres yang cukup tajam persaingan antar kandidat dan pendukungnya. “Kebetulan bulan puasa, jadi kami buka puasa bersama saja sekalian,” ujar Ermawan yang biasa disapa Pak Lurah ini.

Sebagaimana semangat relawan yang sukarela, hidangan yang tersaji untuk tasyakuran ini pun dipikul gotong royong antar relawan. “Jadi seru ya, ada yang menyumbang tumpeng, ada yang membawa es buah, yang lain membawa puding, bahkan ada yang nyumbang kerupuk. Semangatnya sukarela itu kami jaga terus. Kami bangga dengan modal sukarela ini bisa mengantar seorang Jokowi ke kursi presiden Indonesia ke-7,” tambah Ermawan.

Usai tasyakuran, mereka menggelar diskusi tentang bagaimana para alumni kampus teknologi besar di Surabaya ini bisa mengambil peran dalam mengawal pemerintahan Jokowi-JK ke depan. Salah satu yang dibahas adalah bagaimana KAA ITS bisa mengawal program kelautan yang ada di dalam visi misi Jokowi-JK.

“Kami akan memberikan rekomendasi-rekomendasi terkait kemaritiman kepada Pak Jokowi karena selama ini ITS cukup memiliki alumni-alumni yang memahami dan menguasai keilmuan maupun persoalan itu, bentuknya akan menjadi sebuah buku,” kata Dr.Yeyes Mulyadi alumni Teknik Kelautan ITS 1992 dalam diskusi.

Lebih lanjut, Sugiyanto alumni Teknik Kimia 1983 mengatakan bahwa ITS memiliki banyak alumni yang secara teknis mumpuni dalam keilmuannya, namun nilai tambah sebagai ilmuwan (added value engineer) akan tumbuh ketika mereka berada dalam lingkungan yang mendukungnya. “Dan untuk itu dibutuhkan pemimpin yang mampu menciptakan munculnya added value itu. Dan sosok pemimpin itu ada pada sosok Jokowi,” ujar dia.

Masnun alumni MIPA Fisika 1999 mengatakan, ke depan KAA ITS akan memberikan rekomendasi person-person juga untuk mendukung pelaksanaan program-program Jokowi-JK. “Kami sumbangkan pikiran dan tenaga kami untuk mewujudkan program-program itu sehingga kesejahteraan rakyat terutama di sektor maritim benar-benar bisa terwujud,” ucapnya. (sa)