Jumlah Kunjungan Melonjak, Bupati Anas Berterima Kasih ke Wisatawan

BANYUWANGI – Jumlah wisatawan yang berkunjung ke sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Banyuwangi selama libur panjang Lebaran 2017 melonjak dibandingkan dengan libur biasa.

Sejumlah objek wisata yang ramai dikunjungi masyarakat saat ke Banyuwangi, antara lain Bangsring Underwater, Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah dan lainnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih kepada wisatawan yang telah berkunjung ke daerahnya. “Semoga menyenangkan. Mohon maaf jika masih ada kekurangan. Insya Allah kami terus berbenah. Masih tingginya kunjungan wisatawan ini sebenarnya juga menunjukkan daya beli masyarakat Indonesia masih cukup bagus,” kata Anas, kemarin.

Bupati dari PDI Perjuangan ini menyampaikan terima kasih ke wisatawan, karena mereka ikut mendorong ekonomi daerah yang dipimpinnya. “Alhamdulillah, berkat pengembangan wisata yang juga diiringi dengan kinerja pertanian dan UMKM, perekonomian kami terus tumbuh, pendapatan per kapita warga naik, kemiskinan turun,” ujarnya.

Lokasi lain yang banyak dikunjungi wisatawan adalah Taman Nasional Alas Purwo, Teluk Hijau, Grand Watu Dodol, dan hutan pinus Songgon.

Meningkatnya arus wisatawan ke Banyuwangi, tidak hanya didominasi para pemudik. Wisatawan yang sengaja datang berlibur ke Banyuwangi juga cukup banyak. Ini terlihat dari melonjaknya tingkat hunian penginapan di daerah paling timur Pulau Jawa itu.

Pemkab Banyuwangi kembali akan menggelar ajang wisata yang dibalut dengan kegiatan olahraga (sport tourism), yakni Banyuwangi International Ijen Green Run, Minggu ( 23/7/2017) mendatang.

“Di tahun penyelenggaraan yang kedua ini, kami menyiapkan rute yang lebih menantang. Para peserta akan ditantang dengan rute tanjakan serta melintasi berbagai bentang alam kawasan Gunung Ijen Banyuwangi,” kata Anas.

Para pelari akan melintasi lereng, tanjakan curam, belantara perkebunan cengkeh, hutan mahoni, lansekap sawah nan hijau, dan menyeberangi sungai dengan latar Pegunungan Ijen yang menjulang gagah.

Menurut Anas, tak hanya menyuguhkan bentang alam yang hijau dan menakjubkan, suguhan kultur kehidupan ala masyarakat pegunungan juga akan menambah warna dari Banyuwangi Ijen Green Run kali ini.

Di beberapa titik peserta bisa menikmati suasana perdesaaan sekaligus melihat warga yang mengolah komoditas perkebunan.

“Bisa dibayangkan asyiknya berolahraga di kaki gunung dengan menaklukkan tanjakannya, lalu melintasi hulu sungai dari mata air Ijen. Belum lagi mata disejukkan dengan pemandangan terasering sawah yang membentang hijau. Pokoknya lengkap, dari perkebunan, hutan, alam perdesaan, sampai melintasi sungai,” ujar Anas.

Anas menambahkan, 23 Juli sengaja dipilih karena Banyuwangi ingin memberikan suguhan yang komplit kepada para peserta. Malam hari sebelum pelaksanaan, akan disuguhi Lalare Orchestra yang juga merupakan agenda Banyuwangi Festival.

Lalare Orchestra, yang diperkuat anak-anak Banyuwangi akan menyajikan musik tradisional. Kelompok musik ini telah mendapat penghargaan tingkat dunia dari Pasific Asia Travel Association (PATA) kategori  heritage and culture. (goek)