Juarai Pemilu 2019, PDIP Optimistis Pimpin DPR

JAKARTA – PDI Perjuangan optimistis salah satu anggotanya akan menjabat Ketua DPR-RI periode 2019-2024. Hal ini sesuai jumlah kursi terbanyak yang bakal diraih PDI di Pemilu 2019.

Data yang dihimpun PDIP berdasarkan hasil quick count atau hitung cepat dan hitung resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang masih berjalan, PDIP mendapat 133 kursi di DPR RI.

Dalam hitungan PDIP, partai dengan suara terbanyak lainnya ialah Partai Golkar dengan 82 kursi, Gerindra 80 kursi, PKB dengan 59 kursi dan Nasdem 56 kursi.

Baca juga: PDI Perjuangan Prediksi Raih 133 Kursi DPR

“Kami berterima kasih kepada rakyat yang memberi kepercayaan kepada PDI Perjuangan. Empat lainnya, satu dari partai politik pendukung Prabowo-Sandi. Dengan demikian, nantinya jauh lebih efektif pemerintahan Pak Jokowi-Amin,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto kepada wartawan di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Jika hasil resmi KPU tetap memenangkan PDIP, maka, Hasto menyebut sesuai dengan UU MD3, Ketua DPR RI berasal dari partai dengan perolehan suara terbanyak.

“Sekarang sudah selesai UU MD3 satukan suara rakyat dengan apa yang terjadi di parlemen, di DPR RI. UU MD3 punya kekuatan hukum jadi landasan kita bersama,” ucap Hasto.

Hasto juga menyatakan, Pemilu 2019 telah berlangsung dengan baik. Menurutnya, tingkat demokrasi di pemilu 2019 meningkat dengan naiknya partisipasi masyarakat.

“Upaya untuk mewujudkan pemilu yang lebih demokratis, jujur, dan adil dengan tingkat partisipasi masyarakat yang lebih besar menunjukkan antusiasme yang begitu tinggi untuk menentukan pemimpin nasional, itu telah tercapai,” ujar Hasto.

Dia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada KPU dan Bawaslu serta seluruh aparatur negara atas terselenggaranya pemilu 2019, yang dianggap telah berjalan sesuai dengan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

KPU dan Bawaslu, kata Hasto, juga telah bertindak responsif untuk menanggulangi kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan pemilu pada 17 April 2019.

Hasto tak menampik banyak kekurangan yang terjadi selama pelaksanaan pesta demokrasi yang dianggap sebagai yang terumit di seluruh dunia. Namun kekurangan tersebut dia nilai masih dalam batas toleransi.

“Ini tetap menunjukkan kualitas demokrasi yang semakin meningkat. Partisipasi pemilu presiden yang mencapai di atas 80 persen dan partisipasi pemilu legislatif 78 persen menunjukkan kuatnya antusiasme itu,” ujar Hasto.

Pihaknya akan terus melakukan evaluasi. Evaluasi itu berkaitan dengan langkah kepartaian. “Kami akan lakukan evaluasi segera untuk lakukan langkah-langkah kepartaian. Langkah kami lakukan adalah langkah organisasi,” ucap Hasto. (goek)