Jokowi Silaturahmi dan Bukber di PWNU Jatim

image

SURABAYA – Usai mengunjungi data centre tim Jokowi-JK Jawa Timur di kantor PDI Perjuangan Kendangsari 57 Surabaya, sore ini, Senin (14/7/2014) calon presiden nomor 2 Joko Widodo mengunjungi kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di jalan Masjid Al Akbar Timur 9 Surabaya. Selain silaturahmi, Jokowi berbuka puasa bersama dan Salat Magrib berjamaah dengan jajaran pengurus PWNU.

Jokowi yang didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Sirmadji Tj, Ketua DPD Baitul Muslimin Indonesia Jatim H.M Buchori, Ketua Umum PKB Jatim Abdul Halim Iskandar,
dan Ketua Bapilu Partai Nasdem Dr M Mufti Mubarok, diterima oleh jajaran pengurus PWNU Jatim di ruang pertemuan utama kantor PW NU Jatim. Nampak di antaranya Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakil Alallah, Ali Maschan Musa, Dr Ahmad Muzaki, Rubaidi, Arif Afandi, dan lain-lain.

KH Hasan Mutawakil Alallah, dalam sambutannya mengimbau agar masyarakat bersikap dewasa dalam menyikapi hasil pemilu. “Siapa pun yang terpilih nanti tidak lebih penting dari terbentuknya kepemimpinan bangsa Indonesia. Karena itu hendaknya kita menahan diri, sabar menunggu ketetapan KPU dan menjaga tepa selira antar capres maupun pendukung semua calon presiden,” ujar dia.

Lebih lanjut, Mutawakil menegaskan dua hal terkait penyelenggaraan pilpres kali ini. Pertama, NU Jatim tidak akan menolerir segala bentuk ketidakjujuran atau rekayasa hasil pemilu. “KPU harus profesional dan bertindak adil sebagaimana diatur dalam perundangan,” tegas dia.

Kedua, PWNU Jatim akan meminta PBNU agar segera setelah penetapan dari KPU melakulan upaya aktif untuk melakukan islah nasional atas terjadinya keterbelahan di tingkat elit selama proses pilpres beberapa waktu terakhir. “Bentuknya bisa berupa halal bihalal nasional atau istighosah yang dihadiri seluruh elemen bangsa,” terang Mutawakil lagi.
 
Dalam kesempatan ini Jokowi mengucapkan terimakasih atas dukungan warga NU dan restu para kiai pada dirinya dan Jusuf Kalla. “Sekarang tinggal mengawal hasilnya. Karena dari pantauan, dari hasil quick count dengan real count tidak berbeda jauh. Yang penting hasilnya harus jujur dan menang,” tandas Jokowi. (sa)