Jokowi-Ma’ruf Kukuh di Puncak, Indo Barometer: Selisih Elektabilitas 01 dan 02 di atas 20 %

JAKARTA – Kemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 sepertinya tak terelakkan. Sebagaimana lembaga survei kredibel lainnya, hasil sigi Indo Barometer pun menempatkan elektabilitas pasangan petahana ini di posisi puncak.

Dalam survei yang dilakukan Indo Barometer pada 6-12 Februari 2019 ini, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf sebesar 50,2 persen. Sementara pasangan Prabowo-Sandiaga hanya 28,9 persen.

“Dengan simulasi kertas suara jika seandainya pemilu dilaksanakan hari ini siapa yang dipilih, 50,2 persen memilih Jokowi-Ma’ruf dan 28,9 persen memilih Prabowo-Sandiaga,” ungkap peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli di Hotel Century Park, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Sementara itu, persentase responden yang tidak memberi tanda dalam surat suara sebanyak 20,9 persen.

Hadi mengatakan, survei ini menggunakan simulasi surat suara lengkap dengan foto pasangan calon. Selisih elektabilitas keduanya adalah 21,3 persen. “Maka selisih elektabilitas 01 dan 02 hari ini di atas 20 persen,” jelas Hadi.

Indo Barometer juga melakukan survei elektabilitas dengan menggunakan foto salah satu capres atau cawapres. Dalam survei simulasi surat suara bergambar Jokowi saja, elektabilitasnya sebesar 51,2 persen.

Adapun, Prabowo dipilih 28,9 persen. Sebanyak 19,9 persen responden merahasiakan pilihannya.

Sementara itu, survei dengan simulasi surat suara bergambar cawapres, responden yang memilih Ma’ruf Amin 44,5 persen dan Sandiaga sebesar 32,1 persen. Responden yang tidak menjawab sebesar 23,4 persen.

Indo Barometer juga melakukan survei tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi selama menjabat sebagai presiden. Hasilnya, sebanyak 64,9 persen menyebut puas dengan kinerja Jokowi. “Ini masih tinggi karena di atas 50 persen,” ujar Hadi.

Sementara itu, jumlah responden yang tidak puas dengan kinerja Jokowi ada 30,9 persen. Sebanyak 4,2 persen mengatakan tidak tahu.

Jika digabungkan dengan tingkat kepuasan terhadap Wakil Presiden Jusuf Kalla, tingkat kepuasannya sebesar 64,1 persen. Persentase yang tidak puas sebanyak 31,2 persen dan yang tidak menjawab 4,8 persen.

“Kalau kami breakdown, yang menyatakan puas mayoritas memilih Jokowi-Ma’ruf dalam pilpres,” ujar Hadi.

Hadi menyebutkan beberapa hal yang menjadi alasan responden puas dengan kinerja Jokowi-JK. Alasan yang paling banyak diungkapkan adalah soal pembangunan merata sampai ke desa, kinerja dianggap baik, dan banyak program bermanfaat, seperti Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar.

Survei ini melibatkan 1.200 responden yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan margin of error ssekitar 2,83 persen. Tingkat kepercayaan survei ini sebesar 95 persen.

Adapun, metode penarikan survei menggunakan multistage random sampling. Pembiayaan survei ini oleh internal Indo Barometer. (goek)