Jokowi-JK Diprediksi Menang dengan Raihan Suara 52,8% – 53,5%

Jokowi di Call Center JKWJKJAKARTA – Tim pemenangan Jokowi-JK memprediksi pasangan capares-cawapres nomor urut 2 ini akan memenangkan pemilu presiden 2014 dengan perolehan suara antara 52,8 persen sampai 53,5 persen. Kisaran angka tersebut sesuai berbagai uji hitung yang dilakukan tim Jokowi-JK .

“Secara keseluruhan, perolehan suara Jokowi-JK berkisar antara 52,8 persen sampai 53,5 persen,” kata juru bicara tim pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Sabtu (19/7/2014).

Perhitungan itu dilakukan dengan cara merekap ulang seluruh dokumen C1 menjadi D1 (desa), melakukan rekap secara nasional, membandingkan hasil hitungan hitung dari D1 yang dihasilkan secara internal dengan D1 KPU, menghitung dan membandingkan DA1 KPU (kecamatan), serta melakukan pengujian dengan metode statistik terhadap dokumen C1, D1, dan DA1.

Dengan raihan suara tersebut, kata Hasto, itu artinya Jokowi-JK diprediksi menang. “Prediksi ini tidak hanya patut disyukui namun akan diabdikan sepenuhnya untuk kemajuan Ibu Pertiwi,” ujar Hasto.

Prediksi kemenangan itu, tambah Hasto, juga akan dijadikan momentum untuk merangkul seluruh komponen bangsa. Sebab, kata Hasto, bagi Jokowi-JK era kompetisi sudah selesai dan memasukini era untuk menyatukan energi positif bangsa.

Wakil Sekjen PDI Perjuangan itu mengingatkan seluruh tim kampanye Jokow-JK dan pendukung Jokowi-JK dari Sabang sampai Merauke, untuk tidak terlarut dalam euforia kemenangan. “Biarlah suara rakyat tersebut menjadi prasasti perubahan kepemimpinan nasional yang lebih merakyat,” katanya.

Menurut Hasto kemenangan Jokowi-JK, harus dimaknai sebagai era baru kepemimpinan nasional. “Yakni era dimana kekuasaan yang dulu berada jauh di tingkat transendental, kini hadir ditengah rakyat, hadir ditengah kita semua,” ucapnya.

Meski berbagai uji hitung secara seksama menunjukkan Jokowi-JK menang tanpa ada keraguan, pihaknya tetap menunggu proses rekapitulasi yang dilakukan KPU. “Dengan banyak parameter kontrol dan partisipasi relawan yang besar dalam mengawal perolehan suara, maka diharapkan ini mendorong KPU dan Bawaslu mengedepankan akuntabilitas dan transparansi. Kami percaya KPU dan Bawaslu mampu melaksanakan tanggung jawab itu,” harap dia. (pri/*)