Jokowi-JK Dijadwalkan Telekonferensi Dengan TKI

pasangan jokowi jk syutingSAUDI ARABIA – Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla dijadwalkan menggelar telekonferensi dengan para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri pada 5 Juni 2014 mendatang.

“Benar, akan diadakan telekonferensi dengan para TKI di luar negeri pada 5 Juni 2014 mendatang. Insya Allah Ibu Rieke Diah Pitaloka (anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI) juga terlibat dalam acara tersebut,” ungkap Sharief Rachmat, Ketua Perwalu PDI Perjuangan Saudi Arabia dalam rilisnya kepada Infokom PDI Perjuangan Jawa Timur, Senin (2/6/2014).

Menurut Sharief, telekonferensi tersebut akan diupayakan supaya bermanfaat. Tidak hanya untuk penyampaian visi misi capres-cawapres, namun akan diupayakan agar para TKI dapat diberi kesempatan menyampaikan uneg–unegnya kepada Jokowi-JK.

Dengan demikian, lanjut Sharief, Jokowi dan Jusuf Kalla dapat mengetahui fakta di lapangan yang dialami para TKI. Disamping itu bukan hanya permasalahan advokasi TKI, melainkan nasib pendidikan anak – anak TKI yang berada di Saudi Arabia seperti Sekolah Indonesia Riyadh, Sekolah Indonesia Jeddah, Sekolah Indonesia Makkah, LPI Darul Ulum, TPA Nasiriyah.

“Selain perwakilan TKI, kami juga akan libatkan pada nantinya para aktivis/relawan TKI dan penggiat pendidikan. Kan selama ini banyak yang berpikir anak – anak TKI di luar negeri itu mumpuni,” ujar Sharief yang juga Ketua Tim Kampanye Saudi Arabia Jokowi-Jusuf Kalla.

Dia pun mendukung rencana Jokowi dan JK yang akan menyediakan pengacara di seluruh KBRI/KJRI. Hanya, harap dia, jangan hanya ditugaskan dalam kasus besar, tetapi juga kasus kecil seperti tidak dibayar gaji, tidak dipulangkan, dan sejenisnya.

“Serta dalam pembenahan advokasi terhadap TKI tidak bisa berhenti sampai disitu saja seperti pengacara dan sistem, melainkan SDM di instansi terkait baik itu di kementerian maupun di KBRI/KJRI,” kata dia.

Masalah WNI/TKI Overstayer, tambah Sharief Rachmat, juga harus disiapkan langkah dan solusinya. Dengan demikian nantinya tidak ada lagi WNI/TKI berlindung di kolong jembatan atau lapangan matar gadim karena tidak hadirnya negara.

Perwalu PDI Perjuangan Saudi Arabia sendiri sudah menyusun rancangan advokasi WNI/TKI di luar negeri sejak sebelum pemilu legislatif dari hasil di lapangan sejak 2008. Rancangan tersebut sudah diberikan di antaranya kepada DPP PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, dan Eva Kusuma Sundari untuk dilanjutkan ke Jokowi dan JK sebagai wujud pada nantinya dijadikan pertimbangan dalam menyiapkan advokasi TKI.

Sharief yakin, sebagian besar para TKI mendukung Jokowi-Jusuf Kalla. Selain sikapnya yang sederhana dan merakyat, Jokowi-JK punya rekam jejak yang baik serta mau turun lapangan.

“TKI sudah cerdas dan tak akan termakan dengan isu dan fitnah. InsyaAllah untuk Saudi bisa unggul, apalagi selain kekuatan PDI Perjuangan, Partai Nasdem, dan PKB, ada gerakan relawan TKI yang mendukung Jokowi-JK di Saudi Arabia salah satunya Seknas. Serta beberapa pengurus Partai Demokrat di Saudi Arabia juga memilih bergabung mendukung Jokowi-JK,” ugkapnya. (pri)