Jokowi Berpesan Agar MA Lebih Hati-hati Bertindak

pdip jatim - presiden jokowi - ortu MAJAKARTA – Presiden Joko Widodo berpesan kepada Mursidah dan Syafruddin orangtua MA, agar mengingatkan putranya lebih hati-hati dalam bertindak. Pesan itu disampaikan Jokowi saat orangtua MA mendatangi Istana Negara untuk minta maaf atas perbuatan MA yang menghina Jokowi dan menyebarkan konten pornografi melalui media sosial.

Menurut Jokowi, semua pihak harus bisa menghormati hak orang lain pada era bebas seperti sekarang ini. Dia juga menekankan agar aturan-aturan hukum ditaati dan berlaku untuk siapa pun. “Aturan-aturan hukum yang ada, siapa pun, siapa pun, dari yang atas sampai bawah, semuanya,” kata Jokowi, Sabtu (1/11/2014), usai menerima kedua orang tua MA.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana dan orangtua MA menyatakan sudah memaafkan perbuatan MA. “Sudah saya maafkan seratus persen,” ujarnya.

Hanya, Jokowi belum tahu apakah kepolisian akan melanjutkan proses hukum kepada MA atau tidak. Dia juga sudah minta polisi untuk menangguhkan penahanan MA.

Mursidah dan Syafrudin diterima Presiden Jokowi sekitar pukul 15.00 WIB. Mursidah yang berjilbab biru dan Syafrudin yang memakai peci itu sama-sama mengenakan baju batik.

Pada kesempatan itu, Mursidah menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang sudi memaafkan perbuatan MA. Dia pun bersyukur karena penahanan putranya akan ditangguhkan.

Dia menuturkan, Jokowi tidak marah kepada mereka. Presiden, katanya, hanya berpesan agar Mursidah dan suaminya menjaga MA dengan baik. “Cuma disuruh jaga anaknya, kalau dia keluar nanti. Bapak (Jokowi) memaafkan, alhamdulillah,” ucap Mursidah.

MA yang berprofesi sebagai pekerja di rumah makan dijerat dengan pasal berlapis, yakni larangan pemuatan materi yang melanggar kesusilaan dalam UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 310 dan 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik. Barang bukti yang digunakan polisi adalah akun Facebook atas nama Arsyad Assegaf. (pri/*)