Jokowi: Ada Masalah yang Lebih Penting dari “Reshuffle”

pdip jatim - jokowi rapat kabinetJAKARTA – Presiden Joko Widodo tampak semringah saat hendak menjawab banyak pertanyaan dari para pelaku usaha hingga ekonom dalam dialog yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Jakarta Convention Center, Kamis (9/7/2015).

Senyum Jokowi itu rupanya karena tak ada satu pertanyaan pun yang menyinggung soal isu perombakan kabinet (reshuffle). “Begini saya senang. Semua bicara masalah ekonomi, tidak ada yang tanya soal reshuffle,” ucap Jokowi yang disambut tawa para tamu yang hadir.

Acara yang disiarkan secara langsung di Kompas TV itu memang menghadirkan Jokowi untuk berbicara soal tantangan ekonomi saat ini dan mendatang. Jokowi menjawab berbagai pertanyaan soal lesunya perekonomian, tingkat penyerapan yang rendah, hingga kebijakan-kebijakan yang dianggap terlalu sektoral.

Jokowi mengaku lebih senang membahas persoalan yang substansi ketimbang masalah reshuffle. “Menurut saya, ada masalah yang lebih penting dari reshuffle. Soalnya ke mana-mana saya ditanya reshuffle terus,” ucap pria yang mengawali karier sebagai pengusaha mebel itu.

Jokowi lalu bersemangat bercerita panjang lebar soal rencana pemerintah mendatang. Salah satu yang difokuskan adalah soal pembangunan infrastruktur yang disebut Jokowi akan menjadi perhatian utama sampai dua tahun mendatang.

“Kenapa kita ingin bangun 24 pelabuhan, trans tol Sumatera, kenapa kita mau selesaikan proyek-proyek tol yang mangkrak? Karena kita ingin turunkan cost serendah-rendahnya karena biaya logistik kita 2,5-3 kali lipat, kebangetan sekali!” papar Jokowi.

Persoalan ekonomi yang terjadi saat ini telah memunculkan isu pergantian menteri di sektor tersebut. Partai-partai koalisi pemerintah bahkan bersuara lantang agar Jokowi mengganti menteri yang dianggap tidak mampu mengubah kelesuan ekonomi. Alhasil, Jokowi kerap ditanya soal reshuffle.

Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta itu selalu bungkam saat ditanya soal rencana reshuffle. Sekali waktu, Jokowi pernah mengingatkan semua pihak yang menggelontorkan isu reshuffle agar tidak mengganggu menterinya yang baru bekerja. (kompas)