Jika Masyarakat Bisa Bertanya Langsung ke Kandidat, Debat Pilpres Lebih Menarik

JAKARTA – Wakil Sekjen PDI Perjuangan Eriko Sotarduga mengapresiasi adanya usulan agar dibuka mekanisme bertanya antar kandidat dalam Debat Pilpres 2019 putaran ketiga pada 17 Maret depan.

Bahkan, Eriko berharap masyarakat bisa bertanya langsung pada para kandidat capres maupun cawapres.

“Ini pesta demokrasi untuk rakyat dan bukannya perang. Maka alangkah menariknya kalau rakyat bisa langsung bertanya dalam debat capres-cawapres nanti,” kata Eriko di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Menurutnya, dengan bisa bertanya secara langsung maka masyarakat akan makin mengetahui kapasitas dan rekam jejak calon pemimpinnya untuk lima tahun ke depan.

“Tentu pertanyaannya disesuaikan dengan tema yang sudah ditetapkan oleh KPU,” ujar Eriko.

Selain itu, wartawan juga sebaiknya diberi kebebasan untuk menggali pertanyaan terhadap kandidat. “Saya yakin dengan model itu debat akan sangat menarik,” kata Eriko.

Dia mengakui bahwa ajang debat tidak berpengaruh banyak pada calon pemilih. Terutama bagi mereka yang belum mempunyai pilihan atau swing voters.

Menurut Eriko, terdapat peningkatan 50,6 persen masyarakat menyaksikan debat di televisi tapi tetap belum memenuhi keinginan. Khusus untuk debat calon wapres nanti, Eriko yakin KH. Maruf Amin akan membuat kejutan-kejutan baru.

“Selain sebagai ulama beliau sudah berpengalaman di politik sejak DPRD, DPR/MPR, rais aam PBNU, ketua umum MUI dan lain-lain. Program perekonomian yang ditawarkan pun sangat menarik yaitu arus baru ekonomi Indonesia,” jelasnya. 

Dalam debat cawapres nanti, Ma’ruf Amin akan menyoroti isu soal pendidikan. Menurut Direktur Program TKN Aria Bima, Amin akan membahas program Kartu Prakerja yang digagas capres Joko Widodo.

“Kartu itu memberikan jaminan pada lulusan atau bagi yang nganggur untuk up skill dan re-skill dilakukan setelah ada peluang yang cukup besar,” jelas Aria Bima di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Ma’ruf Amin juga akan membahas program kartu Indonesia Pintar dan kartu Sembako Murah. “Itu tidak bisa lepas dari kartu Keluarga Harapan dan bantuan pangan tunai,” kata Aria.

Amin juga akan membahas pencapaian program Jokowi-JK dan program yang ditawarkan oleh paslon 01. “Supaya terjadi suatu kesinambungan, makanya beliau bahas mengenai program yang sudah dikerjakan di pemerintahan Jokowi, apa yang sedang dilaksanakan, yang dijanjikan, sesuai dengan program kebijakan Pak Jokowi-Amin. Supaya terjadi integrasi konten,” jelas Aria. (goek)