Jelang Lebaran, Fraksi Dorong Disperindag Jatim Lebih Rajin Operasi Pasar

pdip jatim - agathaSURABAYA – Menjelang Lebaran, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendesak Disperindag Provinsi untuk lebih rajin melakukan sidak dan operasi pasar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Hal ini untuk mengantisipasi kenaikan harga agar tidak meliar dan memberatkan masyarakat.

“Merangkaknya harga-harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran menjadi perhatian Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur. Kami minta Disperindag Provinsi mengintensifkan sidak dan operasi pasar di seluruh kabupaten/kota,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Sabtu (27/6/2015).

Tidak hanya persoalan naiknya harga bahan pokok, lanjut Agatha, pihaknya juga prihatin dengan praktik kecurangan produsen makanan, khususnya ikan, menggunakan pengawet berbahaya seperti formalin pada produksi makanan yang meluas di berbagai daerah.

“Kami mengapresiasi temuan Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur terkait adanya zat formalin dalam es batu yang digunakan untuk mengawetkan ikan. Hal ini perlu mendapat perhatian gubernur dan segenap jajarannya, terutama di bulan Ramadan ini,“ ujar Agatha.

Dia menambahkan, harga sejumlah kebutuhan bahan pangan pokok yang sudah mengalami kenaikan sepert daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih dan tomat. Bahkan harga daging sapi, daging ayam serta telur ayam, menunjukkan kenaikan harga antara Rp 1.000,- dan Rp 5.000 hingga Rp 10.000,- per-kilogram.

“Ada yang naik karena keterbatasan dan kelangkaan stok seperti daging. Namun ada pula yang naik karena faktor psikologis pedagang yang menaikkan harga jelang puasa seperti bawang merah, bawang putih dan tomat,“ urainya.

Terkait masalah formalin, dia mengapresiasi temuan Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur terkait adanya zat formalin dalam es batu yang digunakan untuk mengawetkan ikan. Pihaknya mendorong agar Dinas terkait beserta jajarannya untuk proaktif menindaklanjuti temuan itu agar jangan sampai masyarakat terkena dampak buruk dari formalin tersebut.

Fraksi PDI Perjuangan, tambah dia, merekomendasikan agar Dinas Perikanan dan Kelautan menjalin kerjasama dengan tim intelektual penemu format pengawet ikan yang aman bagi kesehatan baik itu untuk ikan hasil tangkapan maupun budidaya. “Penemuan formula pengawet makanan yang sehat dan aman untuk makanan ini telah diakui oleh Unicef. Penemunya ini berasal dari Jawa Timur, karena itu Pemprov Jatim harus segera memfasilitasinya,“ ujar Agatha.

Dia berpendapat, hal tersebut menjadi rekomendasi penting untuk direalisasikan karena seperempat penduduk Jawa Timur berprofesi sebagai nelayan yang tersebar di desa-desa wilayah pesisir. “Penggunaan ekstrak pengawet yang aman sangat diperlukan oleh nelayan untuk menjaga kesegaran ikan hasil tangkapan maupun budidaya. Dengan adanya bahan pengawet yang sehat dan aman untuk dikonsumsi, penggunaan pengawet berbahaya seperti formalin segera bisa diakhiri,“ pungkasnya. (guh)