Jalur Kepartaian Lahirkan Banyak Pemimpin Berkualitas

pdip-jatim---hasto-resmikan-kantor-dpc-sumenepJAKARTA — Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan, jalur kepartaian yang selama ini ditempuh PDIP sudah melahirkan banyak pemimpin berkualitas. Salah satunya adalah Presiden Joko Widodo.

Sebelum menjadi kepala negara, Jokowi dua periode menjadi Wali Kota Solo dan satu kali menjadi Gubernur DKI Jakarta dengan diusung PDIP. Kemudian, di tingkat daerah, dari 10 kepala daerah yang tingkat keterpilihannya di atas 80 persen, sembilan di antaranya adalah yang diusung PDI Perjuangan.

Daerah-daerah itu adalah Kabupaten Ngawi, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Banyuwangi, Bandar Lampung, Kota Surabaya, Sukoharjo, dan Kota Denpasar.

Hal tersebut disampaikan Hasto saat memberikan pidato pengarahan dalam acara Pendidikan Kader Pratama DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta di Wisma Sejahtera III, Sleman, Yogyakarta, Jumat (1/4/2016).

“Dari mereka itulah kita patut belajar bahwa kita prinsipnya membangun bangsa ini dengan kolektif kegotongroyongan, bukan dari individu per individu,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya.

Hasto mengatakan, pendidikan kader yang terus dilakukan partainya adalah untuk menanamkan semangat kolektivitas sebagai partai ideologis.

Dengan pemahaman dan semangat kolektif itulah, ketika mereka ditugaskan partai untuk duduk di eksekutif maupun di legislatif, mereka bisa punya kesadaran bahwa untuk membangun bangsa ini haruslah dengan gotong royong dan kolektivitas.

“Tidak bisa membangun suatu pemerintahan, baik itu di daerah atau di pusat jika dilakukan dengan perseorangan,” ucap Hasto.

Sebagai partai ideologis, lanjutnya, sudah tentu dalam menghadapi setiap hajatan demokrasi PDI Perjuangan menggunakan jalan kepartaian.

Dia menegaskan, hal itu bukan berarti PDI Perjuangan anti-terhadap perseorangan mengingat hal itu memang sudah diatur dalam konstitusi. Terhadap fenomena perseorangan itu, kata dia, PDI Perjuangan menjadikannya sebagai otokritik.

“Tetapi, kami meyakini bahwa jalan kepartaian itulah yang selama ini punya sejarah panjang bisa melahirkan pemimpin dari generasi ke generasi,” ujarnya. (goek/*)