Jadikan Tuban Unggul Sejahtera, “Setia Negara” Tawarkan Nawa Bakti Setia Negara

TUBAN – Angka kemiskinan di kabupaten Tuban yang semakin meningkat, jaminan kesehatan sosisal yang rendah dan infrastruktur yang buruk menjadi fokus perhatian khusus Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Tuban nomor urut 3, Setiajit-RM Armaya Mangkunegara. Untuk itu, pasangan ini mencanangkan 9 program visioner untuk membawa Tuban unggul sejahtera dan berkeadilan dengan nama “Nawa Bakti Setia Negara”

“Nawa Bakti Setia Negara adalah 9 program Setia Negara dalam kepemimpinan nanti. Kita ini visinya mewujudkan Tuban yang unggul sejahtera dan berkeadilan.  Dari situ kita menyusun misi lalu kemudian Nawa Bakti Setia Negara sebagai program utama,” terang Setiajit, Kamis (15/10/2020).

Baca juga: Peneliti ARC Indonesia: Program Setiajit Bawa Optimisme Masyarakat Tuban

“Sekarang ini angka kemiskinan di Tuban sudah mencapai urutan ke empat di Jawa Timur. Jaminan kesehatan social pun sangat rendah dibanding dengan daerah-daerah lainnya. 42,93 persen indeks pembangunan manusianya juga tertinggal lagi dengan Bojonegoro, Lamongan, Gresik dan kabupaten sekitar,” tambah mantan Kepala Dinas ESDM Pemprov Jatim ini.

Setiajit menambahkan, jalan penghubung antar desa dan antar kecamatan yang masih tertinggal juga tak luput dari perhatian. Bahkan, mantan PJS Bupati Jombang ini juga memprioritaskan Tuban sebagai daerah industri dan untuk menunjang itu dia berencana akan membangun pelabuhan internasioal.

“Nanti ada infrastruktur, ada industrialisasi, ada pelabuhan internasional, ada infrastruktur ekonomi lain yang harus kita kembangkan sehingga nanti pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tuban itu jadi acuan di Jawa Timur. Nah, sekarang memang kalau dihitung akan jadi beban. Semester kedua 2020 ini minus 6 persen lebih, artinya kan kemiskinan semakin bertambah. Nanti dengan program Tuban Bangkit ini, kami akan membawa Tuban bangkit mulai dari pertumbuhan ekonomi pengentasan kemiskinan dan lain-lain,” terang Setiajit.

Untuk merealisasikan pengembangan ekonomi dan melakukan pengentasan kemiskinan, pasangan Setia Negara ini akan memberikan alokasi dana desa mulai Rp 300-500 juta per tahun.

“Jadi bagaimana kita membangkitkan daya beli masyarakat itu pasti di desa dan di dusun, karena 75 bahkan 80 persen wilayah Tuban ini pedesaan. Ke depan perencanaan itu memang menjadi tolak ukur keberhasilan, saya yakin cepat mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.

Berikut adalah isi dari Nawa Bakti Setia Negara yang diusung pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Tuban nomor urut 3, Setiajit dan RM Armaya Mangkunegara:

Bakti Pertama adalah Tuban Bangkit

Infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama pembangunan berkelanjutan Setia Negara kedepannya. Mengingat kebutuhan infrastruktur berdampak besar terhadap peningkatan produktivitas masyarakat.

Oleh sebab itu, melalui Program Tuban Bangkit akan diupayakan bersama perbaikan dan pembangunan infrastruktur yang mampu menunjang aktivitas masyarakat guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Tuban Bangkit merupakan program tambahan anggaran minimal Rp 300-500 juta per desa per tahun khusus untuk pembangunan fisik desa, seperti jalan, pasar, waduk kecil, pemakaman, dan infrastruktur desa lainnya.

Dengan program ini kerusakan jalan maupun infrastruktur dapat segera dituntaskan dan masyarakat Tuban dapat lebih nyaman dan produktif.

Bakti ke-2 Tuban Mandiri

Tuban Mandiri adalah salah satu Program Nawabakti yang dibawa Setiajit dan Gus Maya. Ini menjadi ikhtiar kedepan untuk membangun kemajuan Kabupaten Tuban. Dengan adanya program Tuban Mandiri diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Tuban.

Beberapa hal yang akan diupayakan antara lain Pelabuhan terintegrasi dengan kawasan industri, memberikan kemudahan investasi yang, mengedepankan kepentingan masyarakat, hingga pendampingan produk lokal, UMKM dan industri rumah tangga.

Bakti ke-3 Tuban Cerdas

Dalam program Tuban Cerdas, Setiajit dan Gus Maya akan memberikan pelayanan pendidikan gratis mulai dari PAUD, SD, hingga SLTP. Setiajit dan Gus Maya juga akan memberikan 10.000 beasiswa SMA/MA/SMK/sederajat dan perguruan tinggi bagi siswa berprestasi dan keluarga tidak mampu.

Tujuannya untuk memajukan kualitas pendidikan serta memperluas kesempatan akses pendidikan secara merata dan berkeadilan.

Bakti ke-4 Tuban Sehat

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus selalu diutamakan. Kesehatan masyarakat harus kita dukung terutama akses pelayanan kesehatan dasar di masyarakat.

Terlebih masalah kesehatan di Tuban beragam seperti masih adanya gizi buruk hingga fasilitas kesehatan yang belum menjangkau ke seluruh daerah Tuban.

Oleh sebab itu, Program Tuban Sehat menjadi solusi utama Setia Negara dalam mendukung dan memenuhi pelayanan kesehatan yang unggul di Bumi Wali. Program ini mencakup jaminan pelayanan kesehatan gratis dengan memperluas keanggotaan BPJS masyarakat, program Doctor on Call khusus pelayanan kesehatan darurat dan masyarakat usia lanjut.

Seluruh Puskesmas harus punya ruang Rawat ini juga harus punya Instalasi Rawat Darurat bahkan jika diperlukan kedepan akan ada puskesmas pembantu di beberapa kecamatan yang wilayahnya cukup luas.

Bakti ke-5 Tuban Makmur

Pada bakti kelima ini, pasangan Setia Negara akan mengerahkan semua kemampuannya untuk merealisasikan program Tuban Makmur, di bawah kepemimpinan Setia Negara ini akan membuat semua kebutuhan masyarakat lebih praktis dengan membuat singgel identity untuk masyarakat, di mana hanya dalam satu kartu masyarakat akan memiliki semua fasilitas diantaranya, pupuk bersubsidi, beasiswa pendidikan, BPJS.

Pada program ini, pemerintah Kabupaten akan menjalin kemitraan dengan pemerintah pusat.

Pelayanan publik kepada masyarakat menjadi salah satu aspek terpenting yang harus diperhatikan mengingat peran pemerintah sendiri sebagai perpanjangan tangan dari masyarakat untuk memberikan pelayanan dan ruang aspirasi

Sebagai upaya pengembangan dan peningkatan kemajuan pelayanan publik di Tuban setiajid melalui program Tuban melayani akan terus berupaya mengembangkan tata kelola pemerintah berbasis elektronik yang unggul.

Beberapa aspek yang menjadi fokus pengembangannya bertujuan untuk mewujudkan kawasan bebas korupsi mempercepat pelayanan publik pengawasan melalui command center memperbaiki tata kelola pelanggaran melalui e-budgeting dan pengadaan barang jasa melalui e-procuremen.

Bakti ke-6 Tuban Kerja

Masalah pengangguran yang masih belum terselesaikan secara tuntas. Berdasarkan data BPS tingkat pengangguran terbuka di Tuban pada tahun 2019 masih menyentuh angka 2,76% kondisi tenaga kerja ini semakin parah di masa pandemi ini yang tercatat ada 177 pekerja diamankan dan 13 pekerja di PHK melihat permasalahan ini setiajit Gus Maya hendak mengoptimalkan peran koperasi dan UMKM.

Tuban memiliki beberapa potensi yang dapat dimaksimalkan untuk penyediaan lapangan kerja dan mengurangi masalah pengangguran yang ada

Beberapa langkah yang dapat terus diupayakan antara lain pelatihan Wira usaha penyediaan modal UMKM dan optimalisasi koperasi berbasis segmen.

Bakti ke-7 Tuban Agro

Sejak dahulu Tuban telah memiliki sejarah sebagai salah satu kabupaten yang mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani.

Hasil tani di Tuban bukan hanya memenuhi kebutuhan Tuban saja tetapi juga mampu memasok kebutuhan daerah-daerah lain. Namun, ada satu masalah yang perlu diselesaikan yakni kelangkaan pupuk bersubsidi bagi para petani.

Setajit dan Gus Maya memformulasikan program “Tuban Agro” yang salah satu agendanya melakukan pengembangan pupuk organik. Harapannya, dengan program Tuban Agro diharapkan kesejahteraan petani di Tuban dapat ditingkatkan.

Bakti ke-8 Tuban Melayani

Penguatan sistem pemerintahan berbasis digital, semua pemerintahan akan melakukan perombakan sistem pelayanan secara digital bahkan pasangan Setiajit-Gus Maya menargetkan akan membentuk desa digital diseluruh Kabupaten Tuban

Maknanya, setelah pandemi ini berakhir dia percaya bahwa akan ada era baru dan seluruh pelayanan akan menggunakan teknologi Informasi.

Gunanya adalah mempercepat proses pelayanan bagi masyarakat. Ke depan masyarakat tidak perlu menunggu lama ketua mengurus keperluannya.

Bakti ke-9 Tuban Harmoni

Pemberdayaan ini menjadi salah satu unsur vital di Kabupaten Tuban. Melalui pengembangan kegiatan pemberdayaan, masyarakat akan dapat meningkatkan produktivitasnya serta mampu meningkatkan kemandirian ekonomi Tuban Bumi Wali.

Oleh sebab itu, kedepannya Setia Negara akan terus mengembangkan pemberdayaan seperti di pondok pesantren Tuban yang juga menjadi rujukan untuk “nyantri” di skala regional bahkan nasional.

Begitu pula takmir masjid, modin, guru ngaji, penjaga makam dan situs budaya. Karena merekalah yang merawat budaya, norma, dan adat yang luhur di Tuban.

Program ini berangkat dari diskusi Setia Negara yang merasakan bahwa komponen-komponen tersebut adalah poros yang penting dalam kehidupan sosial masyarakat Tuban. (rul)