“Jadikan ideologi PDI Perjuangan sebagai Working Ideology”

SIDOARJO – Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Badiklatda) PDI Perjuangan Jawa Timur Bambang Juwono mengapresiasi kegiatan Pendidikan Kader Pratama yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo.

Sebab, kata Bambang, dari 38 kabupaten/kota di Jatim, belum banyak yang menyelenggarakan diklat kader pratama seperti yang sudah dilakukan DPC PDI Perjuangan Sidoarjo pada 27-29 Oktober kemarin.

Baca: Logos: Sebagai Partai Ideologis, Diklat Kader Sangat Penting

DPC PDI Perjuangan di Jawa Timur yang sudah menggelar pendidikan kader pratama sebanyak 10 kabupaten/kota. Menurut Logos, pendidikan kader ini sesuai kurikulum pusat yang dimatangkan di tingkat daerah.

“Kami respek dengan DPC PDI Perjuangan Sidoarjo di bawah kepemimpinan Bung Tito (Ketua DPC PDIP Sidoarjo Tito Pradopo). Masih banyak daerah yang belum bisa melakukan, tapi Sidoarjo sudah melakukan dengan baik,” katanya.

Apalagi, tambah Logos, sapaan akrab Bambang Juwono, DPC PDIP Sidoarjo bakal kembali menggelar diklat kader pratama untuk angkatan kedua.

Apresiasi itu dia sampaikan saat menutup pelaksanaan Pendidikan Kader Pratama PDI Perjuangan Sidoarjo, Minggu (29/10/2017) malam. Diklat kader yang berlangsung tiga hari itu digelar di Gelanggang Krida Pramuka Argasonya, Balungbendo, Sidoarjo.

Dalam pidato penutupan, Logos di antaranya juga menegaskan, selesai diklat merupakan titik awal bagi seorang kader untuk mengabdi di Partai.

Baca juga: Mulai Hari Ini, DPC PDIP Sidoarjo Gembleng Kualitas SDM Kader

Di antaranya dengan menjadikan ideologi PDI Perjuangan sebagai working ideology atau ideologi yang bekerja dan menjadi panduan dalam kehidupan di masyarakat.

“Jadi bukan sekadar di awang-awang, tapi dalam pengabdian di masyarakat, ideologi partai harus jadi panduan,” ujar Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Meski sudah selesai mengikuti diklat kader, imbuh Logos, masih ada penugasan bagi semua peserta, sebelum benar-benar dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat kader pratama.

Penugasan di antaranya melakukan pendampingan atas permasalahan di masyarakat ini dilakukan setelah selesainya pelaksanaan pendidikan kader. (goek)