oleh

Ipuk Bakal Optimalkan Pembangunan Jalan di Banyuwangi Selatan Untuk Ini…

-Berita Terkini-21 kali dibaca

BANYUWANGI – Calon Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas bakal mengoptimalkan pembangunan insfrastruktur jalan di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.

Pembangunan jalan di desa paling ujung selatan Banyuwangi itu untuk semakin membuka akses ekonomi secara merata. Sekarang untuk mencapai desa ini, dibutuhkan waktu sekitar tiga jam perjalanan.

Selama ini, baru di era kepemimpinan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Desa Sarongan dilakukan pembangunan jalan yang masif. Sejak 2017 telah dilakukan pembangunan jalan aspal ke dan di Desa Sarongan sepanjang lebih dari 25  kilometer menggunakan dana APBD Banyuwangi.

“Kami akan berusaha untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur yang selama ini telah dilakukan secara bertahap. Seperti jalan penghubung antar kecamatan, antar desa, dan penerangan jalan,” kata Ipuk, Selasa (3/11/2020).

Desa Sarongan telah menjadi lokasi start Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), ajang balap sepeda internasional. Menurut Ipuk, dengan dilalui bahkan menjadi start Tour de Banyuwangi Ijen, itu menunjukkan telah dilakukan pembangunan insfrastruktur jalan.

“Bahwa belum semuanya, memang benar, dan ke depan kami optimalkan program pembangunan jalan untuk semakin membuka akses ekonomi secara merata,” terangnya.

Dia menyebut, selama ini pembangunan jalan dilakukan bertahap karena Banyuwangi adalah salah satu daerah terluas di Pulau Jawa. Sehingga dengan anggaran yang terbatas, pembangunan jalan dilakukan secara bertahap, di samping anggaran juga harus membiayai sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, UMKM, dan pelayanan publik.

Banyuwangi memiliki luas wilayah mencapai 5.782,50 km persegi, hampir sama bila dibandingkan dengan gabungan luas 6 kabupaten/kota, mulai Ngawi, Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Pacitan, dan Ponorogo. Total panjang jalan raya di Banyuwangi sendiri mencapai 3.300 km.

“Pembangunan memang bertahap, karena yang dibangun juga banyak. Tapi yang jelas, pembangunan jalan, terutama jalan penghubung antar kecamatan, antar desa, dan penerangan jalan menjadi prioritas kami. Ini masuk dalam 22 Program Langsung Dikerjakan, yang dokumen keseluruhannya sudah kami setorkan ke Komisi Pemilihan Umum,” ungkap Ipuk.

Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur ke depan sekaligus menjadi obat bagi pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19. Pembangunan infrastruktur bersifat padat karya, sehingga ikut membuka lapangan kerja. (goek)

rekening gotong royong