oleh

Insinyur Berperan Penting Wujudkan Indonesia Raya Lewat Aplikasi Ilmunya

-Berita Terkini, Kronik-11 kali dibaca

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, para insinyur Indonesia memegang peranan penting mewujudkan Indonesia Raya melalui aplikasi ilmu tekniknya.

Hal itu disampaikan Hasto usai menerima sertifikat Insinyur Profesional Utama (IPU) dari Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) di Jakarta, Selasa (5/1/2020). 

Hasto menjadi satu dari tiga tokoh penerima. Penerima lainnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif telah diberikan secara terpisah, dan sertifikasi yang sama akan diberikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Hasto mengatakan momen ini mengingatkan dirinya ketika Presiden Pertama RI Soekarno menolak tawaran Presiden Ford yang mendorong agar sang presiden membuat mobil Ford di Indonesia. 

Oleh Bung Karno, permintaan investasi itu ditolak halus dengan alasan bahwa mobil Indonesia akan dibuat para insinyur Indonesia. “Bung Karno mengatakan biarlah para insinyur Indonesia yang membuat mobil untuk rakyat Indonesia dan kemajuan bagi Indonesia Raya kita,” kata Hasto.

Maka itulah sejarah membuktikan kiprah Insinyur Indonesia di bawah kepemimpinan Soekarno saat itu sangat maju. PII saat itu di bawah pimpinan Ir.Djuanda, banyak berperan dalam membangun bangsa seperti hadirnya Waduk Jatiluhur, terbesar di Asia Tenggara.

Kini, tongkat komando PII di bawah Heru Dewanto, yang menurut Hasto sudah mengarahkan suatu langkah transformasi untuk mendorong peran insinyur. 

Menurutnya, Indonesia begitu kaya harus kedepankan semangat penguasaan ilmu-ilmu dasar yang secara teknis bisa diaplikasikan para insinyur demi memberi nilai tambah bagi seluruh warga Indonesia. Artinya, insinyur memiliki peran yang sangat strategis.

“Karena itulah kami memberikan dukungan sepenuhnya. Semua juga harus ingat, presiden kita, Pak Jokowi juga seorang insinyur lho. Sehingga, insinyur memegang posisi strategis,” ujarnya.

Hasto memang lulusan Teknik Kimia dari Universitas Gadjah Mada, sama dengan Presiden Jokowi. Usai kuliah, Hasto menjadi karyawan di PT Rekayasa Industri dengan spesialisasi perekayasaan dan rancang bangun pabrik. 

Hasto sejak tahun 2002 memilih pensiun dini dari PT. Rekayasa Industri, dan secara total aktif di politik. Di dalam karir politiknya, Hasto terus mendorong lahirnya kebijakan industri nasional yang mengedepankan semangat berdikari. 

“Dalam Rakernas I Partai awal 2019 lalu, PDI Perjuangan secara khusus membahas politik industri berdikari. Hal tersebut merupakan terobosan, bagaimana Partai Politik membahas hal strategis terkait politik industri yang mengabdi pada tujuan bernegara,” ujarnya. 

Diakui Hasto, ilmu teknik yang dipelajari serta didalaminya, ternyata bisa diaplikasikan di dunia politik. Dia mengaku memiliki pemahaman aspek kimia dan fisika dari politik, bahkan hingga ke kebatinan politik.

Hasto mengaku dirinya selalu berusaha memberikan kontribusi agar keinsinyuran menjadi bagian dari kebijakan publik. Kerja-kerja itu utamanya dia lakukan saat pernah duduk di Komisi VI DPR. 

“Suatu kehormatan bagi kami menerima sertifikasi ini. Kami juga akan komitmen agar terus mendorong agar PII benar-benar menjadi inspirasi dan wahana bagi para insinyur untuk mendorong kemajuan Indonesia Raya tercinta,” kata Hasto.

Ketua Umum PII Heru Dewanto mengatakan, walau kini banyak mengurusi politik sebagai Sekjen PDI Perjuangan, Hasto terus mendorong agar ilmu-ilmu keinsinyuran banyak diaplikasikan dalam kebijakan bernegara.  

“Pada saat terakhir Pak Hasto juga hadir bersama saya membahas politik industri menuju kemandirian nasional,” kata Heru. 

Dijelaskannya, sertifikasi IPU adalah kualifikasi insinyur tertinggi. Sebelum IPU, seorang insinyur harus melalui uji kompetensi IPP dan IPM. Karena sudah memenuhi ketiga kompetensi itu, Hasto juga sudah meraih rantai terakhir keinsinyuran yakni tingkat internasional. (goek)

rekening gotong royong

Komentar